SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Buana di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sedang menyiapkan langkah pengembangan usaha baru melalui rencana produksi air minum dalam kemasan bermerek “Banyunem”.
Perumda Air Minum yang juga lazim dikenal sebagai PDAM ini merencanakan produk air minum dalam kemasan “Banyunem” itu dapat diluncurkan tahun ini. Kini, proses pengembangan usaha dimaksud masih dalam tahap perizinan.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Buana, M. Khairul Anwar mengatakan, untuk tahap awal, produksi “Banyunem” akan dilakukan melalui kerja sama (makloon) dengan PDAM di Kabupaten Jombang.
Makloon (atau maklun, red.) disebut istilah bisnis untuk kerja sama produksi di mana satu pihak menyerahkan proses pembuatan barang kepada pihak lain.
Sehingga lokasi produksi sementara di Jombang. Peralatan produksi juga direncanakan mengambil dari PDAM Jombang terlebih dahulu, sebagai tahap awal.
Kendati, PDAM Bojonegoro merencanakan pembangunan pabrik sendiri dalam satu sampai dua tahun ke depan. Rencana fasilitas produksi tersebut akan ditempatkan di kawasan Mata Air Sumberarum.
Latar belakang pengembangan usaha ini juga didukung oleh adanya Peraturan Daerah terkait pengembangan anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), meskipun ruang usahanya terbatas dan linier dengan sektor yang dikelola.
”Tidak menutup kemungkinan, PDAM juga dapat bekerja sama untuk marketing dan distribusi produk ‘Banyunem’ tadi dengan BUMD Bojonegoro lainnya,” kata Khairul Anwar kepada Suarabanyuurip.com, Senin (4/5/2026).
Selain pengembangan usaha, sisi penguatan layanan pelanggan air bersih juga terus dilakukan dengan percepatan sambungan rumah (SR). PDAM Bojonegoro menargetkan penambahan sekitar 8.000 SR pada 2026, melanjutkan target P-APBD 2025 sebanyak 6.000 SR yang baru terealisasi sekitar 1.600 SR.

Saat ini jumlah pelanggan PDAM Bojonegoro tercatat sekitar 50.350 SR, dengan fokus pengembangan di Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, Kepohbaru, dan Temayang.
Penguatan layanan tersebut ditopang oleh operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Wedoro yang telah diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PKPCK) dengan PDAM Bojonegoro, yang disaksikan langsung oleh Bupati Setyo Wahono pada 9 September 2025.
IPA Wedoro mengambil suplai air baku dari Waduk Gongseng dan saat ini beroperasi dengan kapasitas 80 liter per detik dari rencana 180 liter per detik. Instalasi ini didukung jaringan pipa yang telah terbangun melalui Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan Jaringan Distribusi Menengah (JDM) dengan total panjang sekitar 121,7 kilometer.
IPA Wedoro melayani sekitar 4.000 SR yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Sugihwaras, Kedungadem, dan Kepohbaru, sekaligus menjadi salah satu penopang utama pengembangan pelanggan di wilayah rawan kekeringan.
“Dengan diresmikannya IPA Wedoro, saya berharap IPA Wedoro dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah air bersih, khususnya di musim kemarau, dan meningkatkan kualitas hidup ribuan warga di Bojonegoro,” tandas Bupati Setyo Wahono kala meresmikan IPA Wedoro.(fin)





