SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bojonegoro, melalui Unit Layanan Pelanggan (ULP) Padangan melaksanakan penegakkan kembali tiang listrik yang dalam kondisi miring. Kali ini penegakkan tiang listrik dilakukan di wilayah Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (26/5/2025).
ULP PLN Padangan menerjunkan tim rabas jaringan dan kendaraan dari UP3 Bojonegoro untuk menegakkan tiga tiang listrik tegangan rendah dan menengah di desa ring 1 ladang minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip, Blok Cepu tersebut.
Manajer ULP PLN Padangan, Burhan Listyawan mengatakan, terdapat dua Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) dan satu Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) yang perlu ditegakkan kembali seperti semula di Desa Bonerejo.
Kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat yang masuk ke ULP Padangan melalui saluran yang tersedia. Termasuk salah satunya di grup yang berisi para kepala desa (kades) di wilayah kerjanya.
“Ada tiga titik di Bonorejo, yakni dua SUTR dan 1 SUTM, tiang tersebut miring terdesak pondasi jalan,” kata Burhan Listyawan kepada Suarabanyuurip.com.
Lokasi tiang pertama, berada di seberang Embung Bonorejo. Begitu pula tiang ke dua dan ke tiga berada tak seberapa jauh dari lokasi pertama. Karena terpaut sekira 100 meter satu dengan yang lain.
“Dalam penegakan kembali tiang listrik di sepanjang Jalan Desa Bonorejo ini kami diback up dengan crane dari UP3 Bojonegoro, karena kalau menggunakan tenaga manusia terlalu berat,” ujar pria asal Kabupaten Ngawi ini.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Bonorejo, Rachmad Aksan membenarkan, bahwa terdapat tiga tiang jaringan listrik PLN yang diketahui dalam kondisi miring dan dinilai membahayakan. Untuk itu pihaknya kemudian menyampaikan keadaan itu dalam grup.
“Saya tadi mengirim foto ke grup PLN, meskipun ini tentu sudah kewajiban PLN untuk merawat ya, tetapi saya ucapkan terima kasih, tiang listrik sudah tegak kembali,” beber kades tiga periode ini.(fin)





