SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Semangat berbagi di Hari Raya Iduladha terus dijaga para remaja masjid (remas) Masjid Babussalam Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Melalui gerakan menabung Rp10 ribu per hari, para pemuda setempat rutin patungan membeli sapi kurban setiap tahun.
Inisiatif tersebut digagas oleh Afan Bachtiar bersama Remas Masjid Babussalam. Program itu telah berjalan selama dua tahun terakhir dan mendapat antusias dari para anggota remas maupun masyarakat sekitar.
“Sudah dua tahun ini mas. Tiap tahun Masjid Babussalam Desa Sukorejo menyembelih enam ekor sapi,” kata Afan Bachtiar kepada Suarabanyuurip.com, Senin (25/5/2026).
Afan, begitu ia karib disapa, menjelaskan, tradisi menabung dilakukan secara rutin setelah perayaan Iduladha usai. Seminggu setelah hari raya, para anggota remas kembali mulai mengangsur tabungan kurban sedikit demi sedikit.
“Sehabis Hari Raya Iduladha, seminggu berikutnya mulai ngangsur lagi,” ujarnya.
Menurut Afan, gerakan tersebut bukan sekadar untuk membeli hewan kurban, namun juga menjadi sarana mengajak anak-anak muda lebih peduli terhadap kegiatan sosial dan keagamaan.
Afan mengaku sengaja mengajak para remaja menyisihkan sebagian uang jajan maupun uang rokok untuk kegiatan yang lebih bermanfaat.
“Mengajak remas-remas bersosial mas, menyisihkan uang rokoknya untuk kegiatan yang positif. Alhamdulillah bisa ngasih warga sekitar yang kurang mampu daging kurban,” tuturnya.

Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, para remaja Masjid Babussalam berharap program tersebut terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang ikut tergerak untuk berbagi kepada sesama.
Terpisah, Ustadz Syarif Abdurrahman mengapresiasi gerakan para pemuda anggota Remas Babussalam Sukorejo. Sebab perintah perihal qurban terdapat di dalam kitab suci.
Ustadz Muda yang mengenyam pendidikan delapan tahun di Pesantren Tambakberas, Jombang ini menyebutkan perintah yang secara spesifik menunjuk Qurban terdapat dalam QS. Al-Kautsar ayat 2: “Maka salatlah engkau karena Tuhanmu dan berQurbanlah.”
Kemudian, dalam QS. Al-Hjj ayat 34: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (Qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya”.
Selain itu, Qurban juga merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama. Dalam berbagi daging Qurban kepada yang membutuhkan, maka hal itu adalah menghidupkan nilai-nilai solidaritas dan keadilan sosial.
Ustadz Syarif juga menukil Sabda Rasulullah SAW “Bebaskanlah tahanan, berilah makan orang yang lapar, dan jenguklah orang sakit.”(HR. Bukhari).
”Dalam bab qurban sebetulnya yang terpenting itu harus ada unsur niat untuk berbagi,” terang pemuda yang kini mengajar di Pesantren Pasir Putih Bungo, Jambi ini.
Pria yang pernah mengikuti pelatihan jurnalistik di Bojonegoro ini menambahkan, secara syariat harus berkurban memang dengan hewan yang terpenting, yaitu kambing atau sapi. Tetapi jika belum mampu sebaiknya menyembelih ayam, bahkan burung pun tidak apa apa. Meskipun hal ini tidak dihitung sebagai berqurban.
”Tujuannya, pada saat ada orang berqurban, kita tidak ada sifat tamak atau mengharapkan pemberian daging qurban,” tandasnya.(fin)





