SuaraBanyuurip.com – Tasyakuran pelepasan 124 anak TK Muslimat Nu 04 Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (4/5/2026), berlangsung meriah. Parade drumband menjadi pembuka Opening ceremony.
Penampilan anak-anak di bawah bimbing Fatimah Tun Zahro, S.Pd dan semua ustazdah mengundang sorak serempak tepuk tangan dari para hadirin. Selanjutnya acara dibuka dengan pembukaan lantunan ayat Al Qur’an, kemudian dilanjut tampilan murid dari kelompok B1sampai B6, paguyuban dan perwakilan walimurid.
Kepala TK Muslimat Nu 04 Bangilan, Mamik Ismiyati, S.Pd mengatakan, pelepasan 124 anak TK ini menjadi bukti nyata keberhasilan proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, serta kreativitas anak sejak usia dini.
“Alhamdulillah genap dua tahun kami membersamai ananda semua. Dan tepat pada hari ini kita melihat perkembangan luar biasa anak-anak. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, kreatif, dan percaya diri selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Setiap hari ananda diajarkan pembiasaan ibadah, berakhlak baik, belajar calistung, juga mengenalkan pada lingkungan, mengenal diri sendiri, dan menghargai orang tua,” ujar Mamik, sapaan akrabnya.
ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Bangilan, Khomsatun mengapresiasi perjalanan TK Muslimat yang berdiri sudah lama. Ia menyebut sekolah tersebut terus berkembang dari yang awalnya hanya memiliki lima peserta didik hingga kini semakin dipercaya masyarakat memiliki 225 murid baik kelompok A dan B.
“Antusias dan kepercayaan masyarakat menjadi modal utama dalam peningkatan kualitas dan pelayanan maksimal kepada lembaga TK Muslimat. Kami berharap kepercayaan masyarakat terus bertambah seiring dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada anak-anak dan kepercayaan yang diamanahkan walimurid kepada kami. Kami berpesan agar nilai-nilai agama terus ditanamkan sejak dini sebagai bekal penting bagi anak dalam menjalani kehidupan. Sinergi orangtua, guru dan anak sangat diperlukan apalagi menghadapi zaman serba digital,” tuturnya.
Perwakilan Pengurus NU, Ustadz Hadi berharap setelah pelepasan ini anak-anak melanjutkan ke jenjang berikutnya baik SD atau MI, dan bisa mengamalkan ilmu ayng diajarkan ustadzah sehingga menjadi pribadi yang lebih mandiri dalam berpikir.
“Juga menjadi anak yang saleh dan salehah, serta berbakti kepada orang tua. Nilai-nilai agama harus terus ditanamkan sejak dini,” pesannya.
Setelah tampilan seni dan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan basuh kaki ibu yang dilakukan anak-anak. Kegiatan ini mengajarkan kepada anak untuk selalu berbakti kepada orangtua. Kemudian prosesi wisuda dan penyerahan ijazah dengan didampingi walimurid.(red)





