SuaraBanyuurip.com – Ribuan warga memadati kawasan sungai Pacal, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026), dalam peluncuran perdana Pacal Car Free Day (CFD). Di tengah kemeriahan senam massal, layanan kesehatan gratis, dan geliat pelaku UMKM, hadir sebuah gerakan yang mencuri perhatian publik: kampanye peduli lingkungan yang digelorakan Komunitas MAPAK (Emak-emak Berdampak).
Dipimpin Koordinator MAPAK Desa Semenkidul, Insiyah, puluhan anggota komunitas turun langsung mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap persoalan sampah yang kerap menjadi tantangan dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak massa.
Mereka membawa kantong sampah, dan perlengkapan kebersihan sederhana. Para anggota MAPAK berbaur dengan ribuan pengunjung CFD. Mereka tidak hanya mengingatkan warga agar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memberikan contoh nyata dengan memunguti sampah yang berserakan di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Kegiatan sebesar ini akan lebih bermakna jika semua orang ikut menjaga lingkungan,” ujar Insiyah di sela-sela kegiatan.
Aksi para emak-emak tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Di tengah tingginya antusiasme warga menikmati ruang publik baru yang dihadirkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kampanye lingkungan yang dilakukan MAPAK menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan sebuah ruang publik tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari kesadaran kolektif untuk merawatnya.
Peluncuran Pacal Car Free Day sendiri berlangsung meriah. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Nurul Azizah bersama Cantika Wahono sebagai bentuk dukungan terhadap hadirnya ruang interaksi masyarakat yang sehat, produktif, dan berdampak bagi kehidupan sosial maupun ekonomi warga pedesaan.
Sejak pagi, kawasan Pacal dipenuhi berbagai aktivitas. Ratusan peserta mengikuti Senam Bojonegoro Makmur Membanggakan, sementara layanan kesehatan gratis yang disediakan berbagai pihak mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Di sisi lain, puluhan stan UMKM menawarkan beragam produk unggulan desa mulai dari kuliner tradisional, minuman olahan lokal, hingga produk kreatif hasil karya warga.

Dalam sambutannya, Nurul Azizah menegaskan, Car Free Day bukan sekadar kegiatan olahraga mingguan, melainkan sarana membangun budaya hidup sehat, memperkuat silaturahmi, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Semangat tersebut sejalan dengan gerakan yang diusung Komunitas MAPAK. Menurut Insiyah, pembangunan desa yang berkelanjutan harus berjalan beriringan antara pertumbuhan ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kami mendukung penuh keberadaan CFD karena menjadi ruang yang sangat baik untuk edukasi masyarakat. Semakin banyak orang berkumpul, semakin besar pula kesempatan untuk menanamkan budaya hidup bersih dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” katanya.
MAPAK sendiri selama ini dikenal aktif menggerakkan berbagai program lingkungan berbasis masyarakat, khususnya yang melibatkan kaum perempuan. Melalui pendekatan gotong royong dan edukasi langsung, komunitas tersebut terus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengurangi sampah serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Menjelang berakhirnya kegiatan, para anggota MAPAK kembali bergerak membersihkan area CFD. Aksi sederhana itu menjadi simbol bahwa menikmati ruang publik harus disertai kesadaran untuk merawatnya.
Selain menggelar kampanye lingkungan, Komunitas MAPAK juga membuka stand edukasi dan pameran produk hasil daur ulang sampah. Berbagai kerajinan ramah lingkungan dipamerkan dan dijual kepada pengunjung, mulai dari bunga hias berbahan plastik bekas, pot tanaman dari limbah rumah tangga, hingga beragam produk kreatif lainnya. Kehadiran stand tersebut menjadi bukti bahwa sampah yang dikelola dengan baik tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.
Keberadaan Pacal Car Free Day yang memadukan olahraga, pemberdayaan ekonomi, layanan kesehatan, serta kampanye lingkungan dinilai menjadi model pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Antusiasme ribuan warga pada peluncuran perdana ini menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan ruang publik yang tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan lingkungan.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM, dan komunitas lingkungan seperti MAPAK, Pacal Car Free Day diharapkan dapat berkembang menjadi agenda rutin yang memberi manfaat luas bagi warga sekaligus memperkuat budaya hidup bersih di Kabupaten Bojonegoro.(red)





