Pertamina Drilling Tanam 800 Mangrove di Pulau Pari, Kuatkan Komitmen Pengurangan Emisi Karbon

PDSI Tanam pohon
PEDULI LINGKUNGAN: Pertamina Drilling tanam 800 pohon mangrove guna memperkuat komitmen mengurangi emisi karbon.(ist/iwan)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan menanam 800 pohon mangrove di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (4/7/2026).

‎Kegiatan diikuti jajaran manajemen dan pekerja (Perwira) Pertamina Drilling sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan serta pengurangan emisi karbon di sektor minyak dan gas.

‎Penanaman mangrove menjadi bagian dari rangkaian Hari Lingkungan Hidup 2026 yang mengusung tema “Pencegahan Pencemaran Karbon pada Operasional Industri Minyak dan Gas”.

‎Program ini melengkapi berbagai kegiatan sebelumnya, seperti Sustainability Talk untuk meningkatkan literasi lingkungan pekerja dan pemasangan SRIKANDI, tempat sampah pintar berbasis teknologi yang mendukung pengelolaan limbah di lingkungan kantor.

‎Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap 5 Juni merupakan momentum global yang ditetapkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) untuk mendorong kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

‎Sebagai anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi, Pertamina Drilling terus mengintegrasikan aspek lingkungan dalam operasional perusahaan. Langkah tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, serta mendukung komitmen global Paris Agreement, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

‎Direktur Keuangan dan Penunjang Bisnis Pertamina Drilling, Kristian Rizki Wahyu Permana, mengatakan, kegiatan penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan operasional yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

‎”Penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan. Kami ingin setiap perwira Pertamina Drilling memiliki kepedulian terhadap pelestarian alam dan berkontribusi nyata dalam mengurangi emisi karbon melalui aksi yang memberikan dampak langsung,” kata Kristian Rizki, dalam keterangan resmi diterima Suarabanyuurip.com.

‎Dia menambahkan, kawasan mangrove memiliki peran penting dalam menyerap karbon atau blue carbon yang kapasitasnya dapat mencapai tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis di daratan. Selain itu, mangrove juga berfungsi melindungi kawasan pesisir dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, serta mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.

‎Pada tahun ini, Pertamina Drilling menanam sebanyak 800 pohon mangrove di Pulau Pari dan akan terus bertambah. Sebelumnya, pada 2025 perusahaan telah menanam 1.000 pohon mangrove sebagai bagian dari program rehabilitasi kawasan pesisir.

‎Melalui rangkaian kegiatan Hari Lingkungan Hidup 2026, Pertamina Drilling juga menargetkan meningkatnya kesadaran dan literasi pekerja terhadap isu lingkungan, penerapan pengelolaan sampah berbasis teknologi di kantor pusat, penguatan budaya Health, Safety, and Environment (HSE), serta pencatatan seluruh capaian program dalam Sustainability Report 2026.

‎Dengan berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Drilling menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transisi menuju industri energi yang lebih ramah lingkungan melalui kolaborasi, inovasi, dan aksi nyata dalam menjaga keberlanjutan bumi.(fin/adv)

Pos terkait