SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim), Sri Wahyuni mengapresiasi beroperasinya Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Kabupaten Tuban.
Legislator Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Bojonegoro-Tuban itu menilai, kehadiran fasilitas tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung program hilirisasi gas bumi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurut perempuan peraih penghargaan Angling Dharma PWI Award 2026 ini, investasi di sektor energi harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Selain membuka peluang kerja, keberadaan industri juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.
”Investasi seperti ini patut kita apresiasi. Hilirisasi gas bumi bukan hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi diharapkan juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Sri Wahyuni kepada Suarabanyuurip.com, Senin (6/7/2026).

Wakil rakyat yang berpengalaman lama di dunia medis ini menambahkan, sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci agar manfaat investasi dapat dirasakan secara luas. Menurutnya, perusahaan perlu mengutamakan tenaga kerja lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) secara berkelanjutan.
”Masyarakat sekitar juga harus merasakan manfaatnya melalui kesempatan kerja, peningkatan kapasitas SDM, maupun tumbuhnya ekonomi lokal,” ujar perempuan yang resmi dilantik sebagai anggota dewan sejak 24 Oktober 2024 lalu itu.
Sri Wahyuni berharap, kehadiran Mini LNG Plant menjadi awal berkembangnya industri hilir gas bumi di kawasan Bojonegoro-Tuban sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Desa Sumber, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban.
Dalam siaran pers Kementerian ESDM, Bahlil Lahadalila mengatakan, fasilitas tersebut dibangun sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat hilirisasi gas bumi agar memiliki nilai tambah lebih tinggi serta mendukung swasembada energi.
Mini LNG Plant dengan investasi sekitar Rp1,3 triliun itu memanfaatkan pasokan gas dari Lapangan Sumber yang dikelola PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java. Fasilitas tersebut mampu memproduksi LNG sebesar 55.300 ton per tahun, LPG 9.800 ton per tahun, kondensat sekitar 19.600 barel per tahun, serta CO2 cair sekitar 21.000 ton per tahun.
”Pemerintah menilai proyek ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan gas bumi domestik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal menjadi produk bernilai tambah bagi kebutuhan energi nasional,” kata Bahlil.(fin)





