SuaraBanyuurip.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mengedukasi pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah organik rumah tangga untuk Ibu-ibu Dusun Dharma Camplong, Desa Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Melalui program ini, mahasiswa berharap masyarakat dapat mengurangi jumlah sampah organik sekaligus memanfaatkannya sebagai pupuk untuk tanaman.
Sebagai rangkaian kegiatan, mahasiswa UTM menggelar sosialisasi, Kamis (2/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Kelompok 14 UTM. Tujuannya mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang bernilai guna.
Sosialisasi diikuti 18 ibu-ibu PKK. Selain penyampaian materi, peserta juga diajak mempraktikkan secara langsung proses pembuatan pupuk organik cair menggunakan limbah organik rumah tangga dengan bantuan aktivator EM4 dan molase.
Praktik pembuatan POC dipandu oleh Cahyo Rahmadhani dan Vibry Noer Amelia selaku pemateri. Mahasiswa KKN Kelompok 14 lainnya turut mendampingi peserta selama proses pembuatan pupuk organik cair. Mulai dari penyiapan bahan hingga penentuan takaran EM4 dan molase agar menghasilkan fermentasi yang optimal.
Koordinator KKN Kelompok 14 UTM, Muhamad Tawwabah menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya memberikan solusi terhadap dua permasalahan yang kerap dihadapi masyarakat. Yakni penumpukan limbah organik rumah tangga dan tingginya biaya pembelian pupuk.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain membantu mengurangi limbah organik rumah tangga, pupuk organik cair yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.
“Dengan begitu masyarakat dapat mengatasi dua persoalan sekaligus, yakni pengelolaan sampah organik dan penyediaan pupuk yang lebih ekonomis,” ujarnya.
Peserta terlihat antusias sepanjang kegiatan berlangsung. Para ibu-ibu PKK aktif bertanya, berdiskusi, serta mengikuti setiap tahapan praktik pembuatan pupuk organik cair. Mereka mengaku memperoleh pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya senang mengikuti kegiatan ini. Sekarang kami mengetahui bahwa limbah organik rumah tangga tidak harus dibuang begitu saja, tetapi bisa diolah menjadi pupuk untuk tanaman di rumah. Selain mengurangi sampah, kami juga bisa menghemat biaya membeli pupuk,” ungkap salah satu peserta.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 14 Universitas Trunodjoyo Madura menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui edukasi dan inovasi yang aplikatif. Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat Desa Camplong untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah organik serta memanfaatkan pupuk organik cair sebagai alternatif pupuk yang ramah lingkungan dan lebih terjangkau.(red)




