SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas resmi mengukuhkan 207 wisudawan dan wisudawati dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Program Sarjana Terapan ke-55 Tahun Akademik 2025/2026 di Graha Oktana PEM Akamigas, Cepu, pada Kamis 17 Juli 2026.
Prosesi wisuda dihadiri jajaran petinggi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah daerah mitra, pimpinan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), serta para pelaku industri energi nasional dan multinasional.
Pada kesempatan itu diketahui, terdapat lonjakan cukup signifikan, daya saing lulusan PEM Akamigas di dunia kerja. Berdasarkan data tracer study dengan masa tunggu satu tahun, tingkat keterserapan industri terus meroket dalam empat tahun terakhir. Dari 61% (lulusan 2022) naik ke 66% (lulusan 2023), melesat menjadi 80% (lulusan 2024), hingga mencapai rekor tertinggi 90% pada lulusan tahun 2025.
Bahkan, persentase mahasiswa yang direkrut oleh korporasi besar sebelum resmi diwisuda (masa tunggu nol bulan) melonjak tajam, menjadi 40% pada angkatan tahun 2026, meningkat pesat dari tahun 2025 yang tercatat 27,1%.
Para lulusan baru tahun 2026 ini tercatat telah langsung bergabung dengan berbagai industri nasional dan multinasional kelas dunia.
Pada wisuda ke-55 ini meluluskan para profesional muda dari lima program studi strategis, yang terdiri dari 28 lulusan Teknik Produksi Minyak dan Gas, 66 lulusan Teknik Pengolahan Minyak dan Gas, 36 lulusan Teknik Mesin Kilang, 37 lulusan Teknik Instrumentasi Kilang dan 40 lulusan Logistik Minyak dan Gas.
Sebanyak 85 lulusan berhasil meraih predikat Cum Laude (Dengan Pujian). Penghargaan tertinggi berupa predikat “Vyatra Wisudatama” dianugerahkan kepada Achmad Rendy Dwi Yulianto dari Program Studi Teknik Pengolahan Minyak dan Gas yang meraih IPK tertinggi 3,90 dan telah langsung diterima bekerja di PT Procter & Gamble Operations Indonesia.
Lulusan terbaik dari program studi lainnya yang juga langsung terserap di industri adalah Gilang Nurul Mutaqien (Teknik Mesin Kilang – IPK 3,60 di PT Multi Karya Asia Pacific Raya), Yardan Akbar Waliudin (Teknik Instrumentasi Kilang – IPK 3,75 di SLB Indonesia), Mohammad Dicky Sustiawan (Teknik Produksi Minyak dan Gas – IPK 3,78 di PT Arka Data Pratama), serta Fanya Aulia Revalina (Logistik Minyak dan Gas – IPK 3,71 di PT Perusahaan Gas Negara Tbk).
Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani, dalam laporan resminya menyampaikan, bahwa prestasi ini merupakan hasil nyata dari penguatan kurikulum pendidikan vokasi berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta program magang industri wajib selama enam bulan.
Menurut dia, kepercayaan masif dari dunia industri ini membuktikan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik, kurikulum adaptif yang match dengan kebutuhan riil industri, serta sinergi erat dengan regulator dan pemerintah daerah sukses melahirkan SDM siap kerja.
”Kami mendidik mahasiswa tidak hanya unggul secara akademis, namun juga memiliki integritas dan karakter kuat untuk menjawab tantangan transisi energi global,” ungkap Erdila.
Civitas akademika PEM Akamigas sepanjang tahun akademik 2025/2026 juga menorehkan deretan prestasi gemilang, baik tingkat nasional maupun internasional. Di antaranya Juara 1 dan 2 Oil Rig Design pada PETROLIDA 2026 di ITS, Juara 1 Youth National Science Fair (YNSF) 2026, Juara 1 Case Study Competition pada Annual Energy Symposium 2025 oleh SPE Java Indonesia, serta Juara 2 dan 3 Oil Rig Design di ITB.
Peningkatan mutu institusi secara menyeluruh juga dibuktikan dengan diraihnya peringkat Akreditasi Unggul bagi seluruh program studi Sarjana Terapan dari Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan Persatuan Insinyur Indonesia (LAM Teknik PII) hingga akhir tahun 2025.
”Menyongsong Tahun Akademik 2026/2027, antusiasme masyarakat kian tinggi tercermin dari pertumbuhan jumlah mahasiswa aktif (student body) PEM Akamigas yang melonjak sebesar 20,36%—dari 1.282 menjadi 1.543 mahasiswa,” ujarnya.
Guna memperluas kontribusi global dan menjawab tren transisi energi hijau, kata Erdila, PEM Akamigas resmi mulai menerima mahasiswa internasional lewat skema The Indonesian AID Scholarship (TIAS) dari LDKPI serta tengah bersiap membuka tiga program studi baru potensial: D3 Energi Baru dan Terbarukan, D3 Pengolahan Minyak dan Gas, serta D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Minyak dan Gas.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, dalam arahannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian PEM Akamigas.
”Melalui visi Asta Cita, ketahanan dan kedaulatan energi nasional menjadi prioritas mutlak. Implementasi program strategis nasional seperti Mandatori Biodiesel B50, persiapan Program E20 berbasis bioetanol, serta percepatan Proyek Strategis Nasional Lapangan Abadi Masela membutuhkan pasokan talenta vokasi yang kompeten dan adaptif di lapangan,” katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, kebijakan Kementerian ESDM diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya energi dalam negeri, meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi, memperkuat bauran energi nasional, memperluas akses energi yang berkeadilan, serta menjaga keberlanjutan lingkungan.(ams)





