SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Lamongan – Operator Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Lembaga Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LIMA2B) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui penanaman 12.500 pohon mangrove di Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Rukun Nelayan Desa Sedayulawas sebagai mitra utama dalam upaya menjaga ekosistem pesisir.
Program penghijauan ini dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, kelompok nelayan, hingga masyarakat setempat. Kegiatan menjadi bagian dari kolaborasi berkelanjutan antara EMCL, LIMA2B, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian kawasan pesisir.
Manager Program Penghijauan, M. Syaiful Huda mengatakan, penanaman mangrove merupakan langkah nyata untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memperkuat perlindungan kawasan pantai dari ancaman abrasi.
”Penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi investasi jangka panjang bagi lingkungan. Kami berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir serta generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, PIC Program EMCL, Feni Kurnia Indiharti, menyampaikan apresiasi atas semangat Kelompok Rukun Nelayan Sedayulawas yang terus berkomitmen menjaga kawasan pesisir. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah dalam mendukung kelestarian lingkungan.
”Desa Sedayulawas memiliki arti penting bagi EMCL karena di kawasan ini terdapat FSO Gagak Rimang. Melalui penanaman 12.500 mangrove ini kami berharap manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik untuk menjaga ekosistem pesisir maupun bagi anak cucu kita di masa depan,” kata Feni.
Ditambahkan, penanaman mangrove menjadi bagian dari komitmen EMCL dalam mendukung program pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
”Kami percaya, kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa upaya yang dilakukan bersama akan memberikan dampak besar bagi bumi. Mangrove bukan hanya menjaga garis pantai, tetapi juga menjadi penyerap karbon, habitat biota laut, dan sumber kehidupan masyarakat pesisir,” tambahnya.
Ketua Rukun Nelayan Desa Sedayulawas, Ali Fauzi, menyampaikan terima kasih kepada EMCL dan LIMA2B atas kepeduliannya terhadap lingkungan pesisir di desanya.
”Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Mangrove memiliki peran penting untuk melindungi pantai dari abrasi sekaligus menjaga habitat berbagai biota laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan. Semoga kerja sama seperti ini terus berlanjut,” ungkap Ali Fauzi.
Melalui penanaman 12.500 mangrove tersebut, EMCL dan LIMA2B berharap tercipta kawasan pesisir yang lebih hijau, tangguh terhadap perubahan iklim, serta mampu memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat Desa Sedayulawas dan sekitarnya.(fin)





