Kemarau Panjang, Petani Jagung Terancam Gagal Panen

Jagung mengering
TERANCAM GAGAL PANEN : Tanaman jagung di pinggiran hutan sekitar ladang gas JTB kondisi daun mengering akibat cuaca panas dan kekurangan air.

SuaraBanyuurip.com – Sasongko

Bojonegoro — Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tahun ini mulai berdampak serius terhadap sektor pertanian. Selain menyebabkan sebagian warga kesulitan mendapat air bersih, kekeringan membuat tanaman pertanian mengering dan berpotensi gagal panen.

‎Kondisi tersebut salah satunya terjadi pada tanaman jagung di sekitar ladang gas Jambaran-Tiung Biru (JTB). Tanaman jagung yang berada di kawasan pinggiran hutan ini daunnya mengering akibat cuaca panas.

‎Sedangkan tongkol yang dihasilkan berukuran kecil. Bahkan, sebagian tanaman tidak menghasilkan buah sama sekali karena kekurangan air.

‎”Hampir tiga bulan ini kekeringan, cuaca panas, dan potensi gagal panen. Isi jagungnya tidak ada, kalau pun ada bijinya minim sekali,” kata Rohmad kepada Suarabanyuurip.com, Senin (7/9/2026).

‎Kondisi tersebut membuat hasil pertanian warga menurun drastis. Tanaman yang semestinya menjadi sumber penghasilan kini sebagian hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Namun, tidak semua tanaman bisa dimanfaatkan karena kondisinya sudah terlalu kering.

‎”Pohonnya dikasihkan makan ternak, kadang enggak mau karena kering,” imbuhnya.

‎Hal senada disampaikan petani lainnya, Heri Setiono. Dia mengaku, hasil panen jagung tahun ini mengalami penurunan cukup drastis. Selain kemarau dan cuaca yang panas, tanaman jagung juga diserang hama tikus.

‎”Sudah panen, tapi hasilnya turun drastis. Selain faktor cuaca musim kemarau juga adanya serangan hama. Kalau rugi pasti, tapi mau bagaimana lagi, faktor alam. Semoga tahun depan tidak seperti ini,” tutur warga Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam.(ko)

Pos terkait