Demi Pembelajaran Digital Guru Bojonegoro Dilatih IoT

Pelatihan guru SD dan SMP
PELATIHAN : Para guru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bojonegoro mendapatkan materi pembelajaran digital.(suarabanyuurip.com/fin)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sebanyak 43 guru jenjang SD dan SMP di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengikuti pelatihan Internet of Things (IoT) Digital 5.0, di Aula Ki Hajar Dewantara Lantai 2 Dinas Pendidikan setempat, Kamis (24/9/2026).

Tercatat kegiatan peningkatan kompetensi guru dalam bidang teknologi digital itu, diikuti 31 guru dari satuan pendidikan SD, dan 21 lainnya dari tingkat SMP. Pelatihannya meliputi, pemrograman mikrokontroler, jaringan internet, dan penerapan IoT dalam pembelajaran di sekolah.

Mereka mendapatkan materi selama delapan jam pelajaran (JP) yang disampaikan dua pemateri dari SMAN 1 Baureno, Kabupaten Bojonegoro, yakni Muhammad Hamam, dan Wahyu Eko Susanto.

Wahyu Eko Susanto merupakan pendidik sekaligus praktisi robotika, dan pengembang inovasi pendidikan. Dia mengabdikan diri sebagai guru Teknologi Robotika di SMAN 1 Baureno.

Melalui pembelajaran robotika berbasis praktik, Wahyu mendorong peserta didik tidak hanya menjadi pengguna teknologi. Lebih dari itu mampu menciptakan, dan mengembangkan teknologi.

Wahyu, sapaan akrabnya, juga berkontribusi mengantarkan SMAN 1 Baureno menjadi SMA Robotika di Jawa Timur. Progres itu mendapatkan pengakuan, dan pengesahan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :   Bupati Setyo Wahono Buka Pelatihan Smart Teaching Berbasis AI untuk Guru Bojonegoro dan Tuban

Selain aktivitas pendidikan dan pengembangan komunitas robotika, Wahyu dipercaya menjadi juri atau committee dalam sejumlah ajang robotika, di antaranya Wonderful Indonesia Robot Challenge dan International Islamic School Robot Olympiad.

Wahyu menjelaskan,dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi konsep dasar IoT dan Society 5.0 sebanyak 2 JP, pengenalan mikrokontroler 2 JP, pemrograman IoT 2 JP, serta pengenalan IoT sebagai teknologi tepat guna di lingkungan sekolah sebanyak 2 JP.

Peserta juga diperkenalkan dengan mikrokontroler Wemos D1 Mini berbasis ESP8266. Perangkat tersebut memiliki koneksi Wi-Fi terintegrasi sehingga dapat digunakan untuk membuat berbagai proyek IoT dengan memanfaatkan jaringan internet.

Salah satu praktik yang diperkenalkan adalah sistem kontrol lampu berbasis Telegram menggunakan relay. Sistem tersebut memungkinkan lampu dikendalikan dari jarak jauh sekaligus menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna untuk mendukung efisiensi penggunaan energi di sekolah.

Selain itu, peserta mempelajari pemrograman menggunakan Arduino Integrated Development Environment (IDE), logika pemrograman C++, integrasi pustaka Telegram Bot, serta desain Printed Circuit Board (PCB) 3D sederhana.

Baca Juga :   Resmi Kantongi Lisensi D Nasional, Puluhan Pelatih Sepakbola Bojonegoro Siap Benahi Pembinaan Usia Dini

Pelatihan menggunakan pendekatan Project Based Learning (PjBL). Peserta tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga diarahkan mengeksplorasi cara kerja sensor, mikrokontroler, dan internet, merakit perangkat, dan mengunggah program.

“Kamu juga meminta para peserta melakukan uji coba secara langsung,” jelas Wahyu.

Semntara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, M. Anwar Mukhtadlo mengatakan, pelatihan tersebut menjadi upaya meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi IoT.

Penguasaan teknologi digital diperlukan untuk mendorong inovasi pembelajaran dan penerapan teknologi yang bermanfaat langsung di lingkungan sekolah.

Pelatihan ini juga diharapkan dapat mengembangkan media pembelajaran berbasis proyek serta menumbuhkan budaya inovasi digital di sekolah.

“Harapannya para guru dapat mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan dunia digital dengan penerapan teknologi di kehidupan nyata,” ungkapnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait