SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Pada tahun 2026 Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur mengusulkan pembangunan jaringan gas (Jargas) rumah tangga sebanyak 113.797 Sambungan Rumah (SR). Usulan Jargas tersebut akan disalurkan ke desa-desa yang tersebar di enam kecamatan.
Keenam wilayah tersebut adalah Kecamatan Gayam, Ngasem, Bojonegoro, Purwosari, Kalitidu, dan Kecamatan Dander. Sesuai usulan terdapat 123.922 kepala keluarga (KK) yang bakal menerima Jargas, dari jumlah itu sebanyak 10.125 SR telah tersedia atau terpasang.
Sisanya sebanyak 113.797 SR, menurut Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Bojonegoro, Yudhistira Ardhi Nugraha, yang diusulkan oleh Pemkab Bojonegoro.
Rinciannya untuk Kecamatan Gayam memiliki 11.834 KK dengan 4.282 SR eksisting, dan diusulkan tambahan 7.552 SR. Kecamatan Ngasem memiliki 23.301 KK dengan 1.843 SR eksisting, dan usulan 21.458 SR.
Kecamatan Bojonegoro memiliki 29.812 KK dengan 4.000 SR eksisting, dan usulan 25.812 SR. Kecamatan Purwosari memiliki 10.607 KK, dan seluruhnya diusulkan mendapat Jargas karena belum memiliki SR eksisting.
Selanjutnya Kecamatan Kalitidu memiliki 18.202 KK dengan usulan 18.202 SR. Sedangkan Kecamatan Dander memiliki 30.166 KK, seluruhnya masuk dalam usulan pembangunan Jargas 2026.
Yudhistira, begitu karib disapa, menjelaskan, pembangunan jargas pada 2026 diprioritaskan di wilayah yang memiliki kepadatan penduduk, ketersediaan infrastruktur pendukung, serta potensi masyarakat penerima manfaat yang masih menggunakan LPG bersubsidi.
“Prioritasnya mempertimbangkan kepadatan penduduk, ketersediaan infrastruktur pendukung, dan besarnya potensi masyarakat penerima manfaat yang masih menggunakan LPG bersubsidi,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Jumat (2/10/2026).
Dengan usulan tersebut, pembangunan jargas diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap jaringan gas rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan LPG bersubsidi.
Data Pemkab Bojonegoro mencatat penurunan kuota LPG 3 kg dalam kurun dua tahun terakhir. Kuota LPG 3 kg sebelumnya mencapai 40.873 metrik ton pada 2024, turun menjadi 39.854 metrik ton pada 2025, dan berkurang menjadi 38.791 metrik ton pada 2026.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono mengatakan, usulan jargas sambungan rumah tangga telah disampaikan kepada Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung. Pemkab berharap pemerintah pusat dapat mengakomodasi usulan tersebut, sehingga pembangunan Jargas kembali berjalan setelah lima tahun tidak memperoleh tambahan kuota.
Setyo Wahono menjelaskan, kebutuhan Jargas tidak hanya berada di kawasan perkotaan. Pembangunan nantinya dapat menjangkau masyarakat di 28 wilayah kecamatan.
Bojonegoro sebelumnya mendapatkan realisasi pembangunan jargas sebanyak 10.000 SR pada 2021. Jumlah tersebut masih jauh dibandingkan kebutuhan masyarakat yang mencapai sekitar 470.000 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 28 kecamatan. UMKMBojonegoro
Pemkab menyiapkan dua skema pembangunan jargas. Pertama, jaringan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, jaringan gas mandiri yang ditujukan bagi masyarakat mampu dan sektor industri.(fin)





