Sambut Musim Penghujan, Bupati Bojonegoro Instruksikan Perbanyak Biopori

Bupati Setyo Wahono
Bupati Setyo Wahono dan Wabup Nurul Azizah didamping dua kepala OPD melihat pembuatan lubang resapan atau biopori di lingkup Kantor Pemkab Bojonegoro.

SuaraBanyuurip.com – Menyambut datangnya musim penghujan, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menginstruksikan kepada lembaga pemerintah, BUMD, pendidikan hingga pemerintah desa untuk memperbanyak membuat lubang resapan atau biopori. Tujuannya untuk mengembalikan air ke dalam tanah dan mengurangi genangan air saat musim penghujan.

Bupati Setyo Wahono didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Agus Susetyo Herdiyanto dan Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati menyaksikan langusng pembuatan lubang resapan atau biopori di lingkup Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Jalan Mas Tumpel.

Ada dua sumur resepan yang dibangun. Menggunakan buis deker di didalamnya diberi batu kericak dan ijuk.

Bupati Wahono menyampaikan, pembuatan sumur resapan ini sebagai bentuk kewajiban untuk menjaga ekosistem lingkungan. Yakni mengembalikan air ke dalam tanah.

“Kalau sumur resapan itu lebih besar. Tapi kalau biopori 10-15 centimeter,” ujarnya dikutip dari akun media sosialnya, Kamis (8/10/2026).

Bupati Wahono berharap pembangunan sumur resapan atau biopori ini bisa memperbaiki ekosistem, termasuk cuaca. Selain itu juga mengurangi genangan air atau banjir.

Baca Juga :   Ironi Usulkan BKK ke Lamongan Rp29,8 Miliar, ADD Bojonegoro Kurang Salur Rp38 Miliar 

“Ini sangat penting, karena sekarang ini 80 persen lahan di kota Bojonegoro tertutup oleh bangunan dan jalan yang dicor atau diaspal,” ungkapnya.

Untuk itu, bupati asli Bojonegoro dari Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, ini meminta kepada semua kantor pemerintahan untuk membuat sumur resapan atau biopori. Lokasinya menyesuaikan dengan kondisi perkantoran.

“Sehingga saat musim penghujan datang kita bisa menampung air hujan untuk ekosistem lingkungan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Instruksi pembuatan sumur resapan atau biopori ini telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 800/48/412.217/2026 yang ditandatangani Bupati Setyo Wahono pada 15 Januari 2026. Kewajiban ini diperuntukkan bagi BUMD, lembaga pemerintah, kesehatan, pendidikan hingga pemerintah desa.

“Kami berharap semakin banyaknya sumur resapan atau biopori ini bisa membantu mengurangi genangan dan banjir di wilayah Bojonegoro,” sambung Kepala DLH Bojonegoro, Agus Susetyo Herdiyanto.

Pembuatan biopori ini telah dilaksanakan oleh desa-desa bersertifikat Desa Berseri dan Desa Proklim sejumlah 29 desa dan kelurahan. Juga sekolah-sekolah berstatus adiwiayata. Ditargetkan setiap sekolah membuat 10 piobori.(red)

Pos terkait