SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Walau di sejumlah titik wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur telah turun hujan, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat tetap mendistribusi bantuan air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan, pengiriman air bersih tetap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, meskipun hujan mulai turun di beberapa wilayah.
“Kami masih melakukan dropping air bersih,” kata Heru Wicaksi kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (13/10/2026).
Merujuk data dari instansi tersebut, hingga 12 Oktober 2026 bantuan air bersih telah disalurkan sebanyak 1.453 tangki, dengan total volume mencapai 7.265.000 liter. Distribusi tersebut menjangkau desa-desa terdampak kekeringan yang tersebar di sejumlah kecamatan.
“Tercatat 21 kecamatan dan 86 desa telah mengirimkan laporan kekeringan sekaligus permintaan bantuan air bersih kepada BPBD Bojonegoro,” bebernya.
Bantuan tidak hanya bersumber dari BPBD, tetapi juga melibatkan sejumlah pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dan donasi. Di antaranya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebanyak 150 tangki, Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 sebanyak 115 tangki, serta dukungan dari berbagai lembaga dan perusahaan lainnya.
Mantan Camat Sekar ini menjelaskan, turunnya hujan belum serta-merta mengakhiri persoalan kekeringan. Ketersediaan air bersih di desa-desa terdampak masih perlu dipastikan. Terutama apabila hujan yang turun belum merata, atau belum cukup untuk memulihkan sumber air warga.
Karena itu BPBD tetap memantau kondisi di lapangan dan melanjutkan distribusi air bersih berdasarkan kebutuhan masyarakat. Warga yang masih mengalami kekurangan air bersih dapat mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD Bojonegoro melalui surat resmi dari desa.
Heru, sapaan akrabnya, juga menunjuk pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan awal musim hujan di Bojonegoro diperkirakan berlangsung bertahap, mulai akhir November hingga awal Desember 2026.
“Kecamatan Ngambon dan Sekar diprediksi lebih dahulu memasuki musim hujan pada dasarian III November, sedangkan sebagian besar wilayah lainnya diperkirakan pada dasarian I Desember,” terangnya.
Dengan kondisi tersebut, lanjut Heru, masyarakat diimbau tetap menggunakan air secara bijak dan melaporkan apabila masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih, meskipun hujan mulai turun di wilayahnya.(fin)





