SuaraBanyuurip.com – Sebanyak lima pelajar SMPN 1 Purwosari berhasil meraih juara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Bojonegoro dalam dua kategori.
Mereka adalah Achmad Faiz Assalam, Mochamad Aby Rais Pratama, dan Mochamad Zakhi Firnanda. Ketiganya menyabet juara III MTQ Cabang Fahm Al Qur’an atau 1 regu tiga putra tingkat MTs/SMP.
Kemudian, Aima Zahra Alfi Salsa Bila meraih Juara 2 dan Marita Karista Putri Juara 3. Keduanya menyabet juara di lomba MTQ cabang Khath Al-Qur’an Golongan Naskah.
Pelajar SMPN 1 Purwosari tersebut sebelumnya lolos seleksi zona barat tingkat kecamatan yang dilaksanakan di Ponpes Al-Bahroin Desa Pengkok, Kecamatan Padangan. Seleksi ini diikuti 289 peserta.
“Perasaannya senang. Meski belum berhasil meraih juara I, tapi bisa mewakili kecamatan ke tingkat kabupaten dan meraih juara II,” kata Aima Zahra, siswi Kelas IX itu.
Lomba MTQ 2026 ini dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegogoro bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Seleksi berlangsung transparan dan berjenjang dari bawah demi mengembalikan masa kejayaan Bojonegoro yang pernah mencetak Qari Terbaik Asia pada tahun 1996.

Ketua LPTQ Bojonegoro, Nurul Azizah, melaporkan rangkaian audisi diawali dari tiga zona wilayah dengan total 889 peserta. Yakni Zona Timur diselenggarakan di Kampus IAI Attanwir-Sumbetrejo dengan jumlah 273 peserta, Zona Tengah di Ponpes Abu Darrin dengan jumlah 321 peserta, dan Zona Barat di Ponpes Al-Bahroin Pengkok Padangan dengan jumlah 289 peserta
Dari seleksi ketat tersebut, sebanyak 270 finalis (Juara 1, Juara 2, dan peserta berprestasi) lolos ke tingkat kabupaten untuk dibina secara intensif menuju MTQ Tingkat Provinsi Jawa Timur.
Selain itu, LPTQ dan Pemkab Bojonegoro merencanakan ujian munaqosyah (sertifikasi resmi) bagi lebih dari 900 penghafal Al-Qur’an di Bojonegoro.
“Sertifikat ini nantinya dapat dijadikan jalur prestasi legal bagi santri dan pelajar untuk masuk ke jenjang pendidikan sekolah hingga perguruan tinggi tanpa tes,” jelas perempuan ramah yang menjabat Wakil Bupati Bojonegoro itu.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono menegaskan, fenerasi Qurani harus dipupuk sejak dini untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang tak hanya cerdas intelektual, tapi juga spiritual. Oleh karena itu, Pemkab Bojonegoro merencanakan ada regulasi agar siswa Sekolah Dasar (SD) memiliki hafalan juz amma sebagai syarat kelulusan.
“Pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata, tetapi juga pada pembinaan rohani, penguatan spiritual, dan pembentukan karakter akhlakul karimah. Sebab, adab dan akhlak adalah yang utama mendampingi penguasaan ilmu pengetahuan,” tegas Bupati Wahono saat membuka lomba MTQ Tingkat Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026, di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Kamis (15/10/2026).(red)





