Guru Bojonegoro dan Tuban Dilatih Jadi Pembina OSN

Guru Bojonegoro dan Tuban.
Guru Bojonegoro dan Tuban saat mengikuti pelatihan jadi pembina OSN di Unigoro.

SuaraBanyuurip.com — Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro mulai bekerja. Bersama Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Univerista Bojonegoro (LPPM Unigoro), mereka melatih ratusan guru sebagai Guru Pembina Olimpiade Sains Nasional (OSN).

Pelatihan guru pembina OSN diikuti guru SD/MI dan SMP/MTs dari Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Pelatihan dilaksanakan di Active Class Unigoro, Kamis (15/10/26). Peserta dibekali dengan pendalaman materi dan strategi penyelesaian soal OSN bidang IPA, Matematika, dan IPS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) yang berkolaborasi dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unigoro serta Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas guru melalui akses terhadap pendampingan dari tenaga ahli, sekaligus mendorong pembinaan OSN yang lebih terarah dan berkelanjutan di Bojonegoro dan Tuban.

Pelatihan menghadirkan narasumber berpengalaman dalam pembinaan OSN yang memiliki rekam jejak di tingkat nasional. Termasuk pengalaman mengikuti pelatihan khusus sebagai pembina OSN dan mengantarkan siswa berkompetisi di tingkat nasional.

Baca Juga :   Nani Afrida dan Bayu Wardhana Pimpin AJI Indonesia

Bidang IPA dibimbing oleh Abdul Wahab, M.Pd. (Fisika) dan Muhammad Shobirin, M.Pd. (Biologi), bidang Matematika oleh Isbandi Anang Tatur, S.Si., serta bidang IPS oleh Fani Efendi, S.Pd.

Melalui pendalaman materi dan diskusi langsung, peserta berkesempatan mempelajari strategi penyelesaian soal sekaligus pendekatan pembinaan yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Project Manager Program, Dr. Amandha Pradhani Yanwar, menerangkan, pelatihan ini dirancang untuk membuka ruang dialog langsung antara guru dan para ahli pembina OSN.

“Harapannya, guru-guru bisa langsung berdiskusi dan berdialog secara terarah dengan para narasumber,” harapnya.

Perwakilan EMCL, Joni Wicaksono, berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memotivasi guru dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi sains.

“Kami berharap melalui pertemuan dengan para ahli pembina OSN, para guru semakin termotivasi untuk memberikan mengembangkan potensi siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi sains,” terangnya.

Narasumber Fani Efendi, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan guru. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar semakin banyak pendidik memperoleh kesempatan memperkuat kompetensi dalam pembinaan OSN.

Baca Juga :   Semangat Guru Bojonegoro Hidupkan Kembali Pusat Belajar Guru yang Sempat Mati Suri

Senada disampaikan Muhammad Shobirin, M.Pd. Ia menilai pelatihan perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan yang memberikan ruang praktik dan pengukuran kemampuan. Shobirin mengusulkan penyelenggaraan kompetisi olimpiade bagi guru dan murid sebagai upaya menjaga keberlanjutan pembinaan sekaligus mendorong peningkatan prestasi.

Salah satu peserta, Abdul Mujib Romadhoni, S.Pd.I., guru MIS Darul Ulum Pasinan yang mengikuti bidang IPA, mengapresiasi penyampaian materi Fisika dan Biologi. Ia berharap durasi pelatihan dapat ditambah agar pembahasan materi lebih mendalam dan pendampingan berlangsung secara berkesinambungan.

Melalui program ini, LPPM Unigoro, EMCL, dan PBG berharap peningkatan kapasitas guru dapat menjadi fondasi bagi pembinaan OSN yang lebih kuat, sehingga semakin banyak siswa Bojonegoro dan Tuban memperoleh kesempatan untuk berkembang dan berprestasi di tingkat nasional.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait