Produksi Padi Bojonegoro Tertinggi di Jatim, BUMD Pangan Mandiri Perkuat Hilirisasi

M Choirul Huda.
Direktur Utama BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri, M. Choirul Huda.

SuaraBanyuurip.com – Kabupaten Bojonegoro menjadi daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur dengan jumlah produksi mencapai 868,81 ribu ton gabah kering giling (GKG). Pemerintah kabupaten (pemkab) telah membentuk BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri untuk menjaga kemandirian pangan lokal dan memperkuat hilirisasi.

Direktur Utama BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri, M. Chiorul Huda mengatakan, melimpahnya produksi padi Bojonegoro sekarang ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan lini bisnis hilirisasi. Diantaranya memperkuat rantai pasok untuk memenuhi kebutuhan beras pasar lokal Bojonegoro maupun luar daerah.

Huda menjelaskan, BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri telah melakukan kontrak kerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Indonesia Raya untuk membeli gabah petani.

Gabah yang dibeli BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri kemudian diolah menjadi beras sesuai standar yang telah disepakati bersama. Pengolahan melibatkan kerja sama dengan Asosiasi Penggilingan Padi Bojonegoro. Ada sekitar 20 an penggilingan besar dan ada 500 lebih pengglilingan kecil.

“Sekarang ini kita sudah memiliki beras lokal Bojonegoro, beras premium bernama Rojo Nogo,” kata Huda, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga :   100 Hari Kerja, Inilah Capaian Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri

BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri juga melibatkan kerja sama dengan sejumlah pihak untuk memasarkan produknya. Yakni asosiasi koperasi merah putih, asosiasi badan usaha milik desa (BUMDes), dan asosiasi UMKM.

“Mereka kita libatkan karena kami ingin membangun ekosistem pangan, memperkuat dan menjaga stabilitas harga pangan daerah,” tegas bapak dua anak itu.

Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri telah melakukan kontrak kerja sama dengan Food Station Tjipinang Jaya, BUMD DKI Jakarta, untuk memenuhi kebutuhan beras. Juga Surabaya, Malang dan kabupaten/kota lainya, dan ekspansi ke luar Jawa yang minus pangan. Daerah tersebut diisi beras dari Bojonegoro.

“Bagi yang minat padi atau beras bisa menghubungi BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri melalui telepon WhatsApp di nomor 08113060578,” pungkas Huda.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Sally Atyasasmi mendorong BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri untuk terus memperluas pasar.

Menurut Sally, meningkatnya kontrak kerja sama yang diperoleh BUMD Bojonegoro Pangan Mandiri menandakan jika komoditas beras Bojonegoro sangat diminati pasar luar daerah. Sehingga menjadi peluang bisnis untuk melakukan ekspansi.

Baca Juga :   Gamagora Selamatkan Produksi Padi Bojonegoro di Tengah Kekeringan

“Kami terus mendorong agar komoditas unggulan BUMD Pangan Mandiri yakni beras, bukan hanya melayani Jakarta, Banyuwangi dan Bali, tapi bisa merambah ke provinsi dan kabupaten lain,” tegas Sally saat melakukan evaluasi dan monitoring program di Kantor BUMD Pangan Mandiri di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander beberapa waktu lalu.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait