100 Hari Kerja, Inilah Capaian Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri

Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri
Direktur Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri, M. Choirul Huda memaparkan progres 100 hari kerja per 29 Juni 2026.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sepanjang 100 hari sejak Direktur Perumda Bojonegoro Pangan Mandiri (BPM) M. Choirul Huda menjabat pada 16 Maret 2026, badan usaha milik daerah (BUMD) di kabupaten penghasil minyak dan gas bumi (migas) tersebut mulai menunjukkan capaian awal.

‎Selain membangun fondasi kelembagaan dan bisnis perusahaan, Perumda ini juga meluncurkan beras premium bermerek “Rojo Nogo” sebagai produk perdana.

‎M. Choirul Huda mengatakan, 100 hari pertama difokuskan untuk membangun pondasi perusahaan agar memiliki tata kelola, legalitas, dan arah bisnis yang jelas sebelum melakukan ekspansi usaha.

‎”Kami fokus membangun fondasi perusahaan, mulai dari penataan kelembagaan, penyusunan regulasi, membangun jejaring kemitraan, hingga menghadirkan produk yang menjadi identitas Perumda,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (1/7/2026).

‎Selama 100 hari kerja, Perumda BPM telah melengkapi kantor dan fasilitas operasional, menyusun regulasi internal melalui Surat Keputusan Direksi, serta menyiapkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) beserta Rencana Bisnis 2026–2030.

‎Di sisi pengembangan usaha, Perumda juga memetakan pasar beras di Kabupaten Bojonegoro dan menyusun strategi ekspansi pasar.

Baca Juga :   Baru Satu Pelamar Calon Dirut PT BBS Lolos Seleksi Administrasi

‎Kemitraan dibangun dengan berbagai BUMD pangan di luar daerah serta memperkuat kolaborasi pentahelix yang melibatkan petani, gabungan kelompok tani, koperasi, BUMDes, UMKM, Bulog, swasta, hingga kalangan akademisi.

‎Selain itu, BPM juga telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan mendaftarkan merek Rojo Nogo sebagai kekayaan intelektual milik perusahaan.

‎Sebagai puncak capaian 100 hari kerja, Perumda telah meluncurkan beras premium Rojo Nogo yang diposisikan sebagai beras kebanggaan Bojonegoro. Produk tersebut diproduksi bersama mitra yang telah memenuhi standar perizinan, termasuk BPOM, SNI, dan sertifikasi halal.

‎Rojo Nogo, dia katakan, menjadi simbol kebangkitan Perumda BPM dalam membangun kemandirian pangan daerah. BUMD ini ingin menghadirkan produk yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro.

‎”Jadi Rojo Nogo bukan sekadar produk beras,” ujar Huda, sapaan akrabnya.

‎Beras Rojo Nogo dipasarkan sebagai beras premium dengan karakter putih, pulen, dan wangi. Produk tersebut diklaim tanpa bahan pemutih, tanpa pengawet, serta tanpa pewangi tambahan sehingga kualitasnya berasal dari beras premium alami.

Baca Juga :   Yess, Bojonegoro Punya BUMD Pangan

‎Menurut pria asal Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari ini, capaian 100 hari kerja menjadi pijakan awal bagi Perumda untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat peran sebagai BUMD yang mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Bojonegoro.

‎“Memakmurkan Petani, Menjaga Pangan Mandiri, sekaligus mendukung visi Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan,” tegas Huda berslogan.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait