Pembebasan Lahan Blok Cepu Capai 99%

SuaraBanyuurip.com – Ririn W

Bojonegoro – Proses pembebasan lahan untuk pengembangan penuh Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu hampir tuntas. Dari 600 hektar lahan yang dibutuhkan sekira 99 persen sudah berhasil dibebaskan Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu.

Vice President ExxonMobil, Erwin Maryoto, mengungkapkan, pembebasan lahan untuk pengembangan puncak produksi Banyuurip tinggal menyisakan 2 sampai 3 persil. Hanya saja dia tak mau menyebutkan secara pasti berapa luasan lahan tersebut. Meski begitu lokasi lahan yang terisa itu dinilai tak menganggu proyek Banyuurip yang sedang berjalan.

“Kita akan berusaha menyelesiakannya dengan dibantu Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,” kata Erwin.

Dia mengungkapkan, kendala dalam pembebasan lahan ini dikarenakan permintaan harga yang diajukan pemilik lahan sangat tinggi dan tidak masuk akal. Sehingga perlu ada komunikasi yang baik untuk mendapatkan titik temu.

“Kami membandingkan dengan harga tanah lain yang sudah dibebaskan, hara yang diajukan mereka jauh dari harga yang telah kami bayarkan,” tutur Erwin tanpa mau menyebutkan berapa harga yang dinilai tidak wajar tersebut.

Baca Juga :   Cara Warga Bojonegoro Bangun Ekonomi Mandiri Berbekal Dana Desa dan Pendampingan dari ExxonMobil

Menurut Erwin, pembebasan lahan paling luas digunakan untuk lokasi Gas Oil Separation plant (GOSP) Banyuurip dibeberapa desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Namun lagi-lagi dia tak mau mengatakan berapa luas lahan untuk kebutuhan pembangunan GOSP.

Sementara pembebasan lahan untuk pipaninisasi sepanjang 72 kilo meter (Km) dari Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam sampai lepas pantai Palang, Tuban, juga hampir selesai. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *