SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Masyarakat di Desa Nguken, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur khawatir dengan kondisi air bercampur dengan gas liar yang selama ini dimanfaatkan warga setempat untuk kebutuhan rumah tangga.
Kepala Desa Nguken, Kusnadi, mengatakan, kandungan gas yang keluar dari sumur pompa miliknya sudah ada sejak jaman Belanda. Namun, karena belum ada penanganan tekhnis dari pemerintah kabupaten maupun pusat, akhirnya mencari akal bagaimana gas tersebut diolah dan dimanfaatkan sendiri.
“Sumur pompa saya tutup dengan plastik besar, lalu disambungkan pipa kecil bercabang dua,” tukasnya.
Dia mengatakan, dari 2.110 Kepala Keluarga hanya 14 Kepala Keluarga yang memanfaatkan gas tersebut untuk memasak. Namun,yang saat ini dikhawatirkan adalah kondisi air dari sumur terlihat keruh meskipun tidak berbau.
“Kalau sumurnya tidak dipompa mengeluarkan gas, kalau dipompa mengeluarkan air. Cuma warga mengeluh karena airnya keruh,” tukasnya.
Dia mengakui, selama belasan tahun mengkonsumsi air bercampur gas tersebut belum pernah ada keluhan dari warga bahkan keluarganya sendiri. Namun, karena air yang keluar berwarna keruh lama-lama timbul rasa khawatir.
“Kami belum lapor Pemkab,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bojonegoro,Tedjo Sukmono, menyampaikan, akan segera mengecek sumber air yang bercampur gas liar di Desa Nguken dan mengambil sample untuk dibawa ke Laboratorium.
“Kami akan ke lokasi untuk mengecek air tersebut, apakah berbahaya atau tidak. Meskipun belum bisa memastikan,tapi cukup berbahaya kalau airnya bercampur gas,” imbuhnya kepada SuaraBanyuurip.com. (rien)





