Petani Keluhkan Jebloknya Harga Cabai

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Harga cabai di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur terjun bebas. Akibatnya para petani cabai di wilayah setempat kelimpungan.

Dua pekan ini sebagian petani cabai di Lamongan sedang panen raya. Mereka mengharapkan akan mendapatkan berkah besar dari tingginya harga komoditi bumbu dapur tersebut. Namun kenyataannya justru harga cabai jeblok. Perkilogram harga cabai hanya Rp 7000.

“Harganya jatuh mas. Cuma Rp7 ribu perkilogram. Padahal saat ini sedang musim panen,” kata petani cabe asal Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong, Kandar kepada suarabanyuurip.com, Kamis (22/5/2015).

Awalnya para petani cabai masih berusaha bertahan dengan tidak memanen dulu tanamannya dan berharap harga akan kembali naik. Namun hingga dua minggu menunggu harga tetap jatuh.

“Dari pada buahnya busuk di pohon, akhirnya ya dipanen mas. Meski harganya murah,“ ungkap dia.

Di sejumlah pasar di Lamongan, harga cabai turun drastis. Jika sekitar sebulan lalu harga cabai tembus Rp65 ribu-70 ribu perkilogram, turun menjadi Rp 20 ribu dan kini Rp 9.000 perkilogram. Di Pasar Desa Semando Plaosan, Kecamatan Babat, misalnya, harga cabai Rp 9 ribu perkilogram. Sedang di Pasar Desa Sukodadi dan Sekaran harga berkisar Rp9.000-Rp9.500.

Baca Juga :   Masuki Musim Panen Harga Kedelai di Bojonegoro Capai Rp 8.500/kg

“Pasokan cabai cukup melimpah mas sehingga harganya jadi murah,” papar penjual bumbu di pasar Sekaran, Sumiati.

Melimpahnya panenan cabai bisa jadi karena banyaknya petani yang beralih tanam dari semula menanam padi berganti menanam holtikultura termasuk cabai. Beberapa daerah yang kini banyak menanam holtikultura diantaranya yaitu kecamatan Babat, Sugio dan Kedungpring. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *