SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Panen kedelai di Bojonegoro , Jawa Timur diperkirakan terjadi mulai September hingga Oktober mendatang. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro mengeklaim harga kedelai saat ini sudah mencapai Rp 8.000 hingga Rp 8.500 per kilogram (kg).
Kepala DKPP Bojonegoro, Helmy Elizabeth mengatakan, semenjak memasuki musim kemarau petani di Bojonegoro sebagian menanam kedelai, kacang hijau, dan tembakau.
“Terutama di wilayah irigasi Waduk Pacal mulai dari Kecamatan Kapas sampai Baureno sebagian besar tanaman tembakau dan palawija kedelai,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Senin (2/9/2024).
Dia mengatakan, bahwa terdapat enam kecamatan meliputi Sumberrejo, Dander, Balen, Kapas, Ngraho, dan Kedungadem yang rutin tanam palawija kedelai dan kacang hijau. Sedangkan sebagian petani ada yang menanam tembakau di musim kemarau ini.
“Untuk petani yang tanam padi sebagian besar di bantaran Sungai Bengawan Solo,” ujarnya.
Helmy mengungkapkan, masuki musim panen untuk harga kedelai saat ini sudah mencapai Rp 8.000 hingga Rp 8.500 per kilogram.
“Namun, harga tersebut bisa berubah tergantung kualitas kedelai,” imbuhnya.
Salah satu petani kedelai di Sumberrejo, Rodhi mengatakan, bulan ini kedelai miliknya akan panen. Namun, untuk harganya masih belum mengetahui. Dia berharap agar harga tetap stabil, dan tidak cepat turun.
“Nanti saat panen harganya akan diketahui,” katanya.(jk)





