SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Petani di sekitar Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, beralih dari menanam padi ke tanaman cabai. Hal itu dikarenakan dua kali tanam padi tanaman mereka diserang sundep hingga terancam gagal panen.
“Saya mempekerjakan empat orang untuk menanam cabai ini,” kata Pamuji, salah satu petani asal desa setempat.
Dia mengungkapkan, ada 500 meter persegi lahannya yang ditanami cabai jenis rawit. Meskipun baru pertama kali mencoba, namun Pamuji optimis tanaman cabai ini dapat berkembang dan tumbuh subur. Selain itu ia memprediksi harga cabai akan kembali naik pada dua bulan lagi.
“Insya Allah, dua bulan lagi bisa panen dan biasanya memasuki hari raya idul fitri harga melambung tinggi,” imbuhnya.
Sementara itu, Tasmo, buruh tani yang menggarap sawah tersebut mengaku, bersama tiga orang lainnya mendapatkan upah senilaiRp 50. 000 untuk satu harinya. Pekerjaan yang dilakukan meliputi penanaman, pemupukan, perawatan , hingga panen.
“Alhamdulilah cukup Mbak, selain pekerjaan ini ya mbecak,” imbuhnya.(rien)





