SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Bertempat tinggal di ring satu pemboran migas Blok Cepu, tampaknya, tak menjamin dapat mengangkat tingkat pendidikan masyarakat. Justru jumlah anak putus sekolah di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih sangat tinggi.
Sesuai data di Unit Pelaksana Tekhnik Daerah (UPTD) Gayam, Â jumlah siswa putus sekolah usia Sekolah Dasar (SD) mencapai 2.047 orang, usia SMP mencapai 150 orang, dan usia SMA mencapai 29 orang.
Kepala UPTD Gayam, Mugianto, mengatakan, jumlah tersebut didapatkan setelah melakukan validasi data untuk usia anak putus sekolah di wilayahnya. Sedangkan usia yang terdata rata-rata di atas 20 tahun.
“Jumlah tersebut untuk usia produktif,” tegasnya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (2/6/2015).
Dia menyampaikan, untuk mengakomodir anak putus sekolah tersebut Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Banyuurip setiap tahun selalu mengikutkan mereka untuk ujian kejar paket B dan C. Terlebih dengan adanya perekrutan tenaga kerja besar-besaran di dalam proyek engineering, procurement and construction (EPC) Lapangan Banyuurip sejak tiga tahun yang lalu.
“Mereka ikut kejar paket supaya bisa ikut bekerja di dalam proyek,” imbuh Mugianto.
Mantan Kepala Desa Leran, Kecamatan Kalitidu itu, menyebutkan, untuk tahun 2014 lalu peserta ujian kejar paket B atau tingkat SMP sebanyak 74 orang, dan kejar paket C sebanyak 118 orang. Sedangkan tahun 2015 untuk ujian paket B diikuti sebanyak 40 orang dan paket C sebanyak 71 orang.
“Sebenarnya masyarakat di Kecamatan Gayam jumlahnya mancapai ribuan yang tidak lulus sekolah baik tingkat SMP maupun SMA,” ujar Mugianto, mengungkapkan.
Namun, Mugianto memastikan, untuk saat ini sudah tidak ada lagi anak yang putus sekolah. Hal ini dikarenakan Dinas Pendidikan gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengutamakan pendidikan sejak dini.(rien)





