Ketua DPC Gerinda Bojonegoro Setengah Hati

wabup

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Keinginan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerinda Bojonegoro, Jawa Timur, Setyo Hartono untuk menjebloskan Anam Warsito, anggota partainya yang duduk di kursi DPRD setempat, ke sel tahanan terkesan setengah hati.

Wakil Bupati Bojonegoro itu telah mencabut laporannya setelah polres menetapkan Anam Warsito sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan atau penipuan uang Rp 200 juta.

Dengan pencabutan laporan tersebut penyidik kepolisian tidak akan mengusut kasus itu lebih lanjut.

“Kasus tersebut resmi dihentikan,” tegas Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro, Selasa (16/8/2016) kemarin.

Penghentian kasus politisi Gerinda yang duduk di Komisi A DPRD Bojonegoro itu menyusul diterbitkannya surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Padahal kasus dugaan penggelapan itu mulai diproses hukum sejak tahun 2015 lalu.

“Kasus ini dihentikan bukan karena tidak cukup bukti, tapi karena pelapornya yakni Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra sudah mencabutnya,” tandas Wahyu.

Wahyu mengungkapkan, palapor mencabut laporannya karena tersangka sudah membayar seluruh uang yang diduga disalahgunakan sebesar Rp200 juta.

Baca Juga :   Gerindra Jatim Siapkan Sahudi Jadi Bacawabup di Pilkada Bojonegoro 2024

Menurut dia, pemberhentian kasus tersebut sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Karena kasus tersebut termasuk delik aduan.

“Jadi bisa dihentikan, meski sudah ditetapkan tersangkanya,” ujarnya.

Sebagaiman diketahui, Anam Warsito ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan penggelapan uang senilai Rp 200 juta pada tahun 2012 silam. Uang tersebut seharusnya diberikan kepada 200 pedagang sayur, masing-masing senilai Rp 1 juta tapi diduga tidak diberikan.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *