Terapkan Tanam Cabai Bergilir

Cabai rawit grabakan

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Mengantisipasi melonjaknya harga cabai di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mulai tahun ini Pemerintah Daerah (Pemda) setempat bakal menerapkan pola tanam cabai bergilir. Program baru ini sementara bakal diterapkan di tiga kecamatan sentral penghasil cabai, yaitu mulai Kecamatan Grabagan, Bancar, dan Soko.

“Untuk kecamatan lain nanti menyesuaikan,” ujar Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Tuban, Agus Wijaya, kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (25/2/2017) kemarin.

Harga cabai rawit yang menembus Rp 150 ribu per Kilogram (Kg) pada awal tahun ini, membuat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memutar otak. Pasca berkoordinasi dengan berbagai pihak, akhirnya disepakati tanam tidak serempak.

“Upaya ini untuk menjaga ketersedian cabai dan mengendalikan harga,” imbuh pria yang sebelumnya menjabat Camat Montong ini.

Catatannya pada tahun 2016 dari 20 kecamatan di Bumi Wali (sebutan lain Tuban), Kecamatan Grabagan menjadi wilayah terbesar penghasil cabai. Dari 1.990 hektar (Ha) lahan yang tersedia, mampu menghasilkan 144.800 Kwintal (Kw) cabai dalam satu musim.

Baca Juga :   Jelang Ramadan, 173 Pemda Belum Tangani Inflasi

Kecamatan Bancar menjadi wilayah kedua penghasil cabai, dengan luas lahan tanam 1.439 Ha menghasilkan 15.751 Kw cabai. Produsen ketiga yakni Kecamatan Soko, dari luas lahan tanam cabai seluas 1.107 Ha mampu memproduksi 4.901 Kw cabai.

”Untuk kecamatan lain juga banyak yang menanam cabai tapi tidak sebanyak tiga kecamatan tersebut,” jelasnya panjang lebar.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, Murtadji, membenarkan bahwa ketersediaan cabai di wilayahnya bertumpu di tiga kecamatan tersebut. Selain mengandalkan hasil tanam petani, Murtadji juga bersinergi dengan beberapa stake holder lainnya untuk menanam per orang lima cabai.

“Setiap orang kini wajib menanam lima cabai di pekarangan rumahnya,” sambung mantan Camat Bancar itu.

Diproyeksikan ketika setiap keluarga menerapkan pola tersebut, dipastikan tidak ada lonjakan harga di pasar. Sekaligus menekan inflasi daerah, dan Provinsi Jatim. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *