454 Warga Tuban Terjangkit HIV/AIDS

Kepala Dinkes Tuban Saiful Hadi

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, kali ini tak hanya dihadapkan pada upaya menurunkan angka kemiskinan sebesar 17,14 %. Tetapi juga berpikir keras untuk menekan jumlah pengidap penyakit mematikan Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS). Catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tuban, sejak tahun 2000 ada 454 warga yang terjangkit.

“Dari jumlah itu 56 orang diantaranya meninggal dunia,” ujar Kepala Dinkes Tuban, Saiful Hadi, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (4/7/2017).

Masalah HIV/AIDS sesuai data Dinkes cenderung meningkat. Diyakini penderita HIV/AIDS yang tidak melapor atau berobat justru lebih banyak dibanding yang kini ditangani oleh Pemkab Tuban.

“Penderita HIV/AIDS tidak ada kata berkurang, penderitanya akan selalu bertambah dari waktu ke-waktu. Pada dasarnya saat menemukan 1 orang penderita, minimal kita akan cari 10 orang lagi yang bersangkutan dengan penderita itu,” ujarnya.

Kabupaten Tuban yang merupakan kota transit dan semakin majunya industri dari tahun 2000 hingga akhir Juni 2017 tercatat sebanyak 454 orang penderita HIV/AIDS. Rinciannya 51% laki-laki dan 49% perempuan.

Baca Juga :   Wilayah Proyek Gas JTB Pengidap HIV/AIDS Tertinggi di Bojonegoro

Catatan tersebut yang berprofesi sebagai PSK menempati posisi paling rendah terjangkit. Sedangkan yang paling tinggi pedagang atau pengusaha yang sering ke luar kota.

Masyarakat diharapkan berhati-hati menjaga kesehatan. Hindari hubungan sex bebas agar tidak tertular penyakit mematikan itu.

“Sampai sekarang HIV/AIDS itu belum ada obatnya, jalan terbaik untuk menghindarinya jangan main perempuan atau ganti pasangan,” pungkas pria yang juga menjabat Plt Direktur RSUD Dr Koesma Tuban ini. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *