Gonti-ganti Pasangan Picu Tingginya Angka Sebaran HIV/AIDS

Plt Kadinkes Blora Lilik Hernanto.

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Gonta-ganti pasangan dalam berhubungan seks menjadi salah satu faktor penyebab penyebaran virus Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) di kalangan masyarakat Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Gonta-ganti pasangan seks picu tingginya angka sebaran HIV/AIDS,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Lilik Hernanto, kepada Suarabanyuurip.com.

Data sebaran di tahun 2019 ini, sebanyak 153  ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Dimana HIV-nya sejumlah 69 orang, AIDS sebanyak 84 orang.

“Sementara ODHA yang meninggal sebanyak 9 orang,” ujarnya.

Jumlah tersebut terdeteksi melalui Klinik VCT (Voluntary Counselling and Testing) di 26 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit.

“Melalui konselling dan pemeriksaan darah,” jelasnya.

Dia menjelaskan, yang wilayahnya tidak ada kasus atau kasusnya kecil, belum tentu tidak ada. Tetapi mungkin belum terdeteksi atau belum periksa ke klinik VCT.

“Semakin cepat terdeteksi, kata dia, semakin cepat untuk diobati,” ujarnya.

Untuk mencegah dan menanggulangi sebaran HIV/AIDS, pihaknya selalu aktif melakukan penyuluhan atau sosialisai HIV/AIDS. Agar masyarakat mau memeriksakan diri ke klinik VCT di 26 puskesmas dan di 2 RSUD.

Baca Juga :   Wilayah Proyek Gas JTB Pengidap HIV/AIDS Tertinggi di Bojonegoro

“Untuk mengetahui apakah terinfeksi HIV atau tidak,” kata dia.

Dia mengklaim, dengan penyuluhan yang inten hasilnya banyak masyarakat yang memeriksakan diri. Sementra, tingkat sebaran terbesar masih pada kalangan perempuan.

“Ibu rumah tangga dan Pekerja Seks Komersial (PSK). Terbesar itu, Mas,” pungkasnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *