SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Festival Banyu Urip 2018, resmi dibuka, Jumat 16 November 2018. Pembukaan ditandai pemukulan kentongan secara bersama oleh jajaran Forum Pimpinan Kecamatan serta Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Gayam.
Festival Banyu Urip digelar Karang Taruna Kecamatan Gayam. Kegiatan tahunan ini akan berlangsung hingga tiga hari ke depan, (16- 18/11/ 2018).
Malam ini digelar pengajian bersama Forkopimda, dengan penceramah. KH Agus Salim.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Gayam Mohammad Kundori menjelaskan Festival Banyu Urip 2018 merupakan wujud kolaborasi antara usaha hulu migas dengan masyarakat dan pemerintah dalam merayakan Hari Jadi Ke 6 Kecamatan Gayam.
“Sekaligus memeriahkan Hari Jadi Ke 341 Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com di sela-sela pembukaan.
Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, Festival Banyu Urip ini sepenuhnya didukung operator minyak Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limited atau EMCL.
Karang Taruna Kecamatan Gayam telah menyiapkan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Mulai dari pengajian, penampilan seni lokal seperti reog dan oklik, serta gamelan. Bojonegoro Kampung Pesilat juga menampilkan atraksi.
“Sabtu malam kita meriahkan dengan Ketoprak Cak Percil. Sedangkan Minggu pagi akan ditutup dengan ngonthel bareng Tour de Gayam,†tutur Kundori.
Dalam Festival Banyu Urip, pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai produk unggulan lokal dalam pameran. Mulai dari Batik Jonegoroan produksi Kecamatan Gayam, berbagai macam kerajinan tangan, olahan-olahan jamur, beras organik, dan beragam produk pertanian.
“Hanya tiket Tour de Gayam yang dijual murah. Cuma Rp10 ribu saja, untuk ditukar dengan tiket yang diundi memperebutkan banyak hadiah menarik. Mulai dari sepeda motor hingga kambing dan berbagai barang elektronik,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas Camat Gayam, Sahari menyampaikan jika Festival Banyu Urip bukan hanya sekadar memeriahkan ulang tahun kecamatan. Bagi dia, kegiatan ini adalah wujud kebersamaan dan keberhasilan masyarakat dan perusahaan migas dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
“Keberhasilan proyek negara di Lapangan Banyu Urip ini juga adalah karena kerjasama yang baik semua elemen masyarakat,” katanya.
Sahari berpesan agar hubungan yang baik dan kerjasama yang konstrukstif ini harus terus dipertahankan.
Perwakilan EMCL Rexy Mawardijaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa dukungan kepada Festival Banyu Urip adalah bentuk apresiasi kepada berbagai upaya yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan proyek negara di Lapangan Banyu Urip.
“Kami mendukung penuh acara ini. Sebagai bagian dari wujud kolaborasi dan sinergi positif dengan karang taruna, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan, serta segenap masyarakat di Kecamatan Gayam,” ucap Rexy.
Pada kesempatan itu dia menjelaskan, dukungan EMCL dalam Festival Banyu Urip 2018 ini juga sebagai partisipasi EMCL dalam merayakan Hari Jadi ke 6 Kecamatan Gayam. Sekaligus memeriahkan Hari Jadi ke 341 Kabupaten Bojonegoro.
“Selamat Hari Jadi ke 341 Kabupaten Bojonegoro dan Hari Jadi ke 6 Kecamatan Gayam. Semoga masyarakat Bojonegoro semakin maju, sejahtera dan semakin produktif dengan semangat energi baru,” pungkasnya. (ams)





