SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) menangani sarang tawon yang ada di permukiman warga. Seperti sarang tawon ndas di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (26/10/2020).
Kepala Bidang (Kabid) Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro Teguh Haris mengatakan, karena jumlah pohon di hutan semakin berkurang akhirnya berpindah ke permukiman. Seperti sarang tawon yang terjadi di rumah Zaenal Arifin yang ditangani oleh petugas damkar secara langsung.
“Untuk mengevakuasi sarang tawon menggunakan metode pengasapan,” katanya, Senin (26/10/2020).
Teguh sapaan akrabnya menjelaskan, jumlah penanganan sarang tawon ndas atau yang punya nama ilmiah vespa affinis ini hampir sama dengan tahun lalu. Banyaknya sarang tawon, selain hutan berkurang juga faktor kondisi alam masih pada musim kemarau.
“Kalau 2019 lalu ada 100 lebih sarang tawon sudah ditangani. Namun, memasuki musim penghujan, tawon tidak bisa membuat sarang,” ujarnya kepada SuaraBanyuurip.com.
Sarang tawon, lanjut dia, sebagian diminta oleh warga untuk pakan ternak seperti ayam. Selain itu, jika ada sarang tawon lebih baik dihindari. Dan segera menghubungi pihak Damkar Bojonegoro, karena sangat berbahaya.
“Ya, lebih baik dihindari saja. Karena, biasanya sarang tawon ada yang seukuran botol galon air,” kata Teguh. (jk)





