Tangani Dampak Kebocoran Pipa Minyak, Pertamina EP Akan Keruk Lumpur Sungai

23402

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Bojonegoro – Penanganan dampak kebocoran pipa minyak mentah di Dusun Ngelo, Desa Tambakromo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terus berlangsung. Di hari keempat ini, Pertamina EP Field Cepu akan melakukan pengerukan lumpur sungai yang masih terdapat sisa minyak, Rabu (22/9/2021).

“Dengan dikeruk nanti bisa bersih. Hari ini rencananya mau didatangkan alat berat untuk dilakukan pengerukan,” ujar Kepala Desa Tambakromo, Kiswanto kepada suarabanyuurip.com.

Menurutnya, pihak Pertamina Field Cepu sudah maksimal dalam melakukan penanganan dampak kebocoran pipa minyak mentah di wilayahnya.

“Hari ini tim masih di lokasi. Mungkin nanti siang alatnya datang,” kata Kiswanto.

Ditemui terpisah, Senior Officer Relations & CID Pertamina EP Cepu Zona 11 Ahmad Setiadi, menyampaikan  dalam penangan dampak luberan minyak tersebut, sudah dibuat tanggul penahan supaya aliran minyak tidak sampai mengalir jauh dan meluas.

“Sudah bikin oil boom, serta mengarahkan vacum truck untuk mengambil sisa-sisa minyak,” tandasnya.

Menurut Setiadi, sisa minyak sudah jauh berkurang dibanding hari sebelumnya.

Baca Juga :   DLH Bojonegoro Pantau Penanganan Dampak Kebocoran Pipa Minyak Pertamina

“Penanganan di sungai nanti lumpur yang terdapat sisa minyaknya akan dikeruk,” ujarnya.

Jika tidak bisa menggunakan alat berat,  Setiadi melanjutkan pembersihan lumpur akan dilakukan secara manual.

“Alhamdulillah dari hari pertama bersih. Tetapi kita maksimalkan lagi pengambilannya. Tim masih kerja ngumpulin tanah sisa ceceran minyak,” ungkapnya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Tambakromo dan warga yang ikut membantu membersihkan lingkungan.

“Warga juga ingin wilayahnya segera bersih,: pungkas Setiadi.

Untuk diketahui, Pertamina Field Cepu melakukan gerak cepat penanganan terhadap ceceran fluida terlihat sejak hari pertama, Minggu (19/9/2021). Tim penanganan langsung melakukan penghentian pemompaan dan penutupan block valve di dekat lokasi agar aliran seketika dapat dihentikan.

Selain itu dilakukan penyekatan sungai yang kondisinya memang cukup kering agar ceceran fluida dapat dilokalisir. Koordinasi dan prosedur pelaporan kepada SKK Migas dan stakeholders lainnya juga terus dilakukan Pertamina EP Field Cepu.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *