Sumur Minyak Tua di Blora Semburkan Lumpur Bercampur Minyak Hingga Cemari Sungai dan Sawah Warga

Sumur minyak tua blora semburkan lumpur.
Sumur minyak tua di Lapangan Kedinding yang mengeluarkan semburan lumpur bercampur minyak dan gas.

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Sumur minyak tua di lapangan Kedinding Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menyemburkan lumpur bercampur minyak dan gas, Kamis (13/2/2025). Belum diketahui penyebab terjadinya semburan tersebut.

Dari sejumlah video yang diterima waratawan, semburan tersebut mampu membuat rongga cukup besar dan mengakibatkan tanah di sekitar sumur longsor. Terlihat ada dua semburan dari sumur minyak yang lokasinya saling berdekatan.

Selain itu, semburan lumpur bercampur minyak dan gas juga terlihat mencemari sungai yang berada di sekitar. Akibatnya ikan yang berada sungai mati.

Video tersebut direkam oleh Sukirno, warga Dukuh Kedinding RT 006 RW 004 Desa Ngraho. Ia mengaku tidak tahu persis waktu terjadi semburan di sumur minyak tua.

“Tahunya saya, tadi jam setengah delapan (7.30 WIB). Ada informasi dari warga, langsung saya menuju lokasi semburan,” kata dia.

Bau lantung (minyak mentah), kata dia, tercium hingga SMP Negeri 1 Kedungtuban, yang berada di desa setempat. Air bercampur lumpur dan minyak itu mengalir sepanjang Kali Kedinding hingga Kali Sogo, yang tidak jauh dari lokasi.

Baca Juga :   Sebut KSO Pertamina EP-KBE Harus Tanggung Jawab Semburan Lapangan Migas Kedinding

Informasi dihimpun, semburan tersebut berada di titik sumur 10 yang berada di kawasan hutan KPH Cepu. Lokasi ini merupakan sumur minyak tua yang berada di Lapangan Kedinding. Lapangan tersebut berada di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) KSO Pertamina EP – Kvell Blora Energi.

Sumur minyak tua blora semburkan lumpur.
Semburan lumpur bercampur minyak dan gas dari sumur minyak tua Kedinding mencemari areal persawahan warga.

Pantauan di lapangan, lumpur bercampur air dan minyak berwarna pekat mengalir hingga menggenangi lahan pertanian hutan yang digarap warga. Hingga sore menjelang petang, belum ada upaya dari penanggaung jawab lapangan untuk melokalisir aliran.

Garis polisi dipasang berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi semburan. Aroma menyengat khas minyak mentah dan gas tercium.

Wakil Kepala Administratur Perhutani KPH Cepu, Lukman mengatakan mendapat informasi semburan lumpur bercampur gas dan minyak dari di petak 68L RPH Ngasahan BKPH Kendilan KPH Cepu dari masyarakat.

Informasi tersebut diperoleh pada pukul 13.00 WIB. Kata Lukman, pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan tim Pertamina dan Polres Blora.

Baca Juga :   Pertamina EP Field Cepu Serahkan Hewan Kurban Sekitar Wilayah Operasi

“Setelah di cek ternyata memang berada di lokasi Pertamina, yang dulu pernah di bor sekarang menjadi bocor dan akan ditangani oleh Pertamina,” katanya saat ditemui di lokasi semburan.

Sementara itu suarabanyuurip.com sedang berupaya mendapatkan konfirmasi dari Pertamina EP terkait kejadian tersebut.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait