Prospek Ekonomi Bagus, Warga Desa Bandungrejo Budidaya Jambu Kristal Merah di Lahan 5 Ha

24689

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Bojonegoro – Jambu kristal merah di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sedang jadi primadona. Punya rasa khas manis campur asam dan memiliki prospek ekonomi cukup baik.

Jambu kristal ini warna dagingnya merah, sedikit biji, dan tekstur terasa lebih renyah. Ada rasa asam namun tetap manis menghadirkan rasa yang khas. Satu butir buah punya berat rata-rata 500 gram.

Jambu kristal merah ini memang baru setahun dikembangkan di desa ring satu Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (JTB) – sebutan lain Bandungrejo. Sebanyk 800 pohon ditaman di lahan seluas 5 hektare. Meski terhitung baru dikembangkan, namun sudah banyak banyak masyarakat yang merasakan nikmatnya jambu kristal merah dari Desa Bandungrejo ini.

Menurut pengelola kebun jambu kristal merah Khoirul Huda, jambu yang lebih akrab dikenal jambu tanpa biji ini diklaim belum ada yang menanam dan mengembagkannya di Kabupaten Bojonegoro.

“Baru ada di sini,” ungkap Huda kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (12/3/2022).

Baca Juga :   Sampirkan Masa Depan Wisata Tuban di Pundak Cung - Nduk

Alasan dia memilih jambu kristal merah dibanding jambu kristal biasa, karena memang beda. Baik dari segi rasa maupun hasil panen yang lebih menguntungkan dibanding jambu kristal biasa. Untuk 1 kg rata-rata isi 2-3 buah, dibanderol dengan harga Rp 20.000 sanpai Rp 25.000. Sedangkan yang biasa, harga sekarang ini sekira Rp 15.000.

“Satu pohon bisa menampung buah 5- 7. Teksturnya lebih renyah, kalau yang biasa agak gembos,” jelasnya.

Tidak sedikit pedagang yang datang untuk mengambil yang kemudian dijual kembali.

“Karena belum lama, setiap saat panen sudah habiskan warga sekitar. Mereka bisa memetik sendiri,” ujarnya.

Jambu kristal merah ini tidak mengenal musim. Sehingga setiap saat bisa panen jika sudah ada buah yang layak untuk panen.

“Dirawat oleh 3 orang, yang selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan pohon,” terangnya.

Dia berharap kedepan bisa dikembangkan menjadi wisata yang menjadi jujugan masyarakt.

“Wisata petik buah dengan segala fasilitasnya,” ungkap Huda.

Dia melanjutkan, di samping jambu kristal merah, di lahan 5 hektare itu juga ditanami pohon kelengkeng jenis new kristal.

Baca Juga :   Grand Final Unigoro Public Speaking Contest 2022 Berlangsung Spektakuler

“Memiliki rasa lebih manis, daging lebih tebal dan dan harga jual lebih mahal. Perkilo bisa mencapai Rp 50.000,” tandasya.

Bahkan, di lahan tersebut juga mulai ditanami pohon durian, alpukat, pisang cavendis, juga ditanam.

“Ini juga masih kami coba untuk dikembangkan,” tandasnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *