Berharap Warga Tak Beraktivitas Menimbulkan Api Sekitar Pipa Gas JTB

SOSIALISASI : Pertamina EP Cepu dan terkait saat melakukan sosialisasi keselamatan dan keamanan jalur pipa gas di Balai Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Suarabanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Sejak Selasa (20/9/2022), Proyek Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran – Tiung Biru di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah berhasil melakukan pengaliran gas perdana atau Gas On Stream (GoS).

Penyaluran gas perdana tersebut menandai babak baru proyek JTB yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC) sebagai Subholding Upstream menuju fase produksi. GoS merupakan tahap pengaliran gas dari Gas Processing Facility (GPF) menuju metering area untuk disalurkan ke pipa distribusi yang selanjutnya diterima oleh para buyers dari gas tersebut.

Karena itu diharapkan warga masyarakat sekitar operasi untuk tidak melakukan aktivitas menimbulkan api dan kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan bahaya pada jalur pipa pengalir gas.

Hal ini tersampaikan dalam kegiatan sosialisasi keamanan dan keselamatan jalur pipa Gas JTB kepada masyarakat di Balai Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (29/09/2022) kemarin.

“Kami berharap agar masyarakat sekitar tidak melakukan aktivitas menimbulkan api, seperti membakar ranting pohon dan sejenisnya, tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan dampak gesekan pada jalur pipa. Karena sangat bahaya dapat menimbulkan potensi kebocoran gas, kebakaran dan lainnya,” kata Asst. Manager Health, Safety, Security and Environment (HSSE) PEPC, Feriawan.

Baca Juga :   Dorong OPL Banyu Urip, Upaya Pemerintah Tingkatkan Produksi Migas Nasional

Di jelaskan, jika terjadi kebakaran maka bisa berdampak pada keselamatan pekerja dan masyarakat sekitar, lingkungan hidup, bahkan bisa terjadi terhentinya produksi gas dan tentunya bisa merugikan semua pihak terkait.

“Karena itu mari kita untuk bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan di jalur pipa gas JTB ini agar hal hal yang tidak diinginkan bersama terjadi,” imbuhnya.

“Tentu pihak kami menerima dengan baik adanya sosialisasi ini, sehingga masyarakat bisa tahu dan memahaminya untuk saling menjaga keamanan dan keselamatan sekitar,” sambung Kepala Desa Mojodelik, Hj Yuntik Rahayu.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *