7 Tahun Perjalanan Smartfren Community, Lebih dari Sekadar Komunitas

Kegiatan Grand Final STAR di Kabupaten Bojonegoro bagian dari Program Teman Pintar Smartfren Community, Jum'at (2/9/2022) lalu.

Suarabanyuurip.com – Edi Supraeko

Jakarta – Sebuah komunitas dikatakan solid jika mampu berdiri dan bertahan secara organik. Smartfren Community adalah salah satu yang masuk kriteria tersebut. Komunitas ini berdiri secara organik sejak 2011 melalui grup Facebook “Komunitas Pelanggan PT Smart Telecom” hingga mencapai jumlah anggota 17 ribu saat digandeng oleh korporasi Smartfren Telecom di tahun 2015.

Ramdeny Hartanto, founder Komunitas Pelanggan Smart Telecom menceritakan, awalnya grup FB itu isinya hanya belasan orang. Kebanyakan pemakai Hp Andromax dan modem Smart dan suka ngoprek, misalnya bagaimana bisa dapat jangkauan sinyal lebih luas dengan wajanbolic.

Kemudian, grup FB itu mendapatkan momentum di tahun 2015 ketika Roberto Saputra, Head Markom Smartfren waktu itu, kini Chief of Brand Officer, berinistaif strategis menggandeng dan membina komunitas organik tersebut dalam satu program Community Development/CSR.

“Akhirnya, secara ofisial terbentuklah Smartfren Community pada tanggal 15 Oktober 2015,” kenang Ramdeny.

Kini, setelah 7 tahun, lanjut dia, Smartfren Community tetap solid dan makin berkembang. Anggota Grup FB sudah 50 ribu, dan merambah ke semua media sosial. Dari dunia maya, komunitas ini juga berkembang di dunia nyata dengan mendirikan cabang di 106 kota di seluruh Indonesia dengan jaringan komunikasi aktif di grup Whatsapp dan Telegram.

Baca Juga :   Bekedok Audisi Model, Tipu Puluhan Pelajar

“Misi yang diusung pun meluas, bukan hanya sekedar melayani anggota dalam menggunakan produk Smartfren, tetapi lebih luas yaitu Sinergi Membangun Bangsa. Dan misi ini bukan sekedar slogan, tapi diwujudnyatakan dalam berbagai program kegiatan,” tutur Ramdeny.

Didik Jatmiko, Ketua Umum atau Leader Nasional Smartfren Community menjelaskan, program Smartfren Community dikemas dalam 4 inisiatif. Pertama, Teman Pintar.

“Lewat program ini, kami datang ke sekolah-sekolah dan kampus untuk memberikan edukasi tentang gimana caranya menjadi Content Creator yang dikemas dalam Student Talented Creator (STAR),” bebernya.

Kedua, lanjut pemuda lajang asal Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jatim itu, untuk pemberdayaan UMKM yang dikemas dengan program inspiratif dalam wadah Teman Kreasi, dan saat ini sedang membina 1185 UMKM di 54 kota.

Ketiga, Smartfren Community juga bergerak bersama para bunda dan remaja putri untuk melakukan pemberdayaan perempuan yang diwadahi dalam Bunda Pintar. Keempat, melaksanakan program Kopdar, baik itu Kopdar sesama member Smartfren Community juga Kopdar dengan Komunitas lain.

“Di setiap program tersebut kami dua pesan. Pertama, literasi digital untuk mengedukasi generasi yang bijak bermedia sosial dari segala lini. Kedua, edukasi penggunaan produk Smartfren yang handal, sinyal kuat dengan jangkauan luas, dan tentunya ramah untuk kantong generasi muda,” tuturnya.

Baca Juga :   Blora Penghasil Mente Terbesar di Jawa Tengah

Seiring berjalannya waktu, menurut Kak Didik, panggilan akrabnya, program-program tersebut mulai dirasakan dampak positifnya bagi anggota komunitas dan masyarakat terutama saat Pandemi Covid 19 melanda di awal tahun 2020 hingga kini.

Program-program yang dilaksanakan Smartfren Community mendapat apresiasi dan penghargaan dari berbagai lembaga. Tercatat ada 5 lembaga yang memberikan penghargaan yaitu IDX Channel Award (tiga tahun berturut-turut 2020, 2021, dan 2022), Teropong Best CSR 2020, SWA-Mixmarcon Best Corporate Sustainability Initiative 2021, First Indonesia CSR Award 2022, dan Selular CSR Award 2022.

Namun dengan semua apresiasi itu, Dani Akhyar selaku Head of Community Development yang membina Smartfren Community menegaskan, “We do this for a cause, not for applause. Bukan award yang kami kejar, tapi life-changing impact yang nyata bagi anggota komunitas dan masyarakat.”

“Inilah yang menjadikan komunitas ini menjadi “beyond community”, atau lebih dari hanya sekadar komunitas,” pungkasnya.(edi)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *