Sempat Terbengkalai Sejak 2006, Proyek Pipa Gas Cisem Capai 55 Persen

Pengelasan perdana proyek gas Cisem ruas Semarang - Batang.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Jakarta – Pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap I ruas Semarang-Batang, hingga saat ini telah mencapai 55% dan diharapkan rampung pada tahun 2023. Komisi VII DPR RI mengungkapkan, proyek tersebut sebelumnya terbengkalai sejak 2006.

“Semarang-Batang mudah-mudahan selesai tahun depan dan sekarang sudah mencapai 55%,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji dalam pernyataan tertulisnya.

Tutuka menjelaskan, First Welding (pengelasan pertama) pembangunan pipa Cisem dilakukan pada 6 Agustus 2022. Proyek ini merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan bagian dari rencana interkoneksi pipa transmisi antara jaringan pipa transmisi Sumatera, Jawa bagian Barat dengan jaringan pipa transmisi Jawa bagian Timur.

Interkoneksi pipa ini memperkuat rantai suplai pasokan gas bumi dan dapat diakses masyarakat dengan harga terjangkau secara berkelanjutan, terutama untuk kebutuhan sektor industri eksisting di sepanjang jalur pipa dan kawasan-kawasan industri yang akan segera beroperasi di beberapa wilayah. Antara lain, Kawasan Industri Terpadu Batang, Kawasan Ekonomi Khusus Kendal dan Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang di Jawa Tengah, serta kawasan industri lainnya yang sedang dalam proses perencanaan.

Baca Juga :   KSO PP - Elnusa Garap Proyek Pipa Transmisi Gas Cisem Rp1,17 Triliun

“Kalau pipa Cisem ini selesai, maka gas dari Jawa Timur bisa dikirimkan ke Jawa Barat. Jadi masalah konektivitas jadi sangat penting untuk mendapatkan energi yang murah dan dapat diakses,” tambah Tutuka.

Pembangunan pipa ruas Semarang-Batang dilaksanakan dengan pembiayaan melalui APBN Tahun Anggaran 2022 dan 2023, di mana pelaksanaan pekerjaan selama 15 bulan. Penandatanganan kontrak pembangunan senilai Rp1,17 triliun telah dilaksanakan pada 17 Mei 2022.

Pipa transmisi ini memiliki diameter pipa 20 inchi untuk mentransmisikan gas bumi dengan kapasitas 116-235 MMSCFD sepanjang sekitar 62 km dari Stasiun ESDM Semarang di Tambakrejo, melalui jalan nasional di utara Kota Semarang hingga pintu tol Krapyak dan melalui ROW tol Semarang-Batang, hingga Stasiun ESDM Batang.

Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto sebelumnya menyampaikan, proyek ruas pipa Cisem sudah terbengkalai sejak tahun 2006. Lalu Pemerintah mengambil alih dengan menggunakan dana APBN tahun 2022.

Berdasarkan hasil review Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) merekomendasikan agar proyek ini ditunda, khusunya pada penggal Batang-Cirebon sepanjang 181 km.

Baca Juga :   Ditjen Migas Akan Gelar Seleksi Penugasan Penyediaan dan Pendistribusian LPG 3 Kg Tahun 2025

Mulyanto menjelaskan dana proyek pipa gas Cisem sebesar Rp1,15 triliun tersebut diambil dari anggaran yang sedianya dialokasikan untuk program jaringan gas (Jargas) Rumah Tangga (RT), untuk substitusi impor LPG.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *