Hulu Migas Indonesia Jadi Magnet Investor, 9 Pemenang WK Migas Baru Diumumkan

Lapangan migas lepas pantai yang dikelola oleh Pertamina Hulu Energi. (Foto: dok.PHE)

SuaraBanyuurip.com – Industri hulu migas Indonesia masih menjadi daya tarik investor. Dari total sekitar 110 potensi area blok migas baru, telah terdapat 21 area telah diminati dan terdapat pemenangnya. Terbaru, 9 Wilayah Kerja (WK) migas baru telah diumumkan pemenangnya dengan nilai investasi total berupa komitmen pasti sebesar USD 84.750.000 dan bonus tanda tangan sebesar USD 3.650.000.

Pemenang 9 wilayah kerja tersebut yakni Konsorsium BP Exploration Indonesia Limited, MI Berau B.V., CNOOC Southeast Asia Limited, Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc untuk Wilayah Kerja Bintuni; PT Sele Raya untuk Wilayah Kerja Karunia; dan Konsorsium BP Exploration Indonesia Limited, MI Berau B.V., CNOOC Southeast Asia Limited, Indonesia Natural Gas Resources Muturi Inc untuk Wilayah Kerja Drawa.

Kemudian, Armada Talu Holdings B.V menangi Wilayah Kerja Jalu; Mubadala Petroleum (Andaman II JSA) Limited untuk Wilayah Kerja Southwest Andaman; Konsorsium Inpex Corporation & BP Exploration Indonesia Limited untuk Wilayah Kerja Barong; PT Tenang Wijaya Sejahtera untuk Wilayah Kerja Delapan Muaro; PT Goldenheaven Prima Investama untuk Wilayah Kerja Tapah; dan PT Medco Energi Linggau menangi lelang Wilayah Kerja Nawasena.

Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman menegaskan, pengumuman pemenang lelang 9 WK migas baru ini membuktikan bahwa industri hulu Migas di Indonesia masih memiliki daya tarik bagi investor. Perbaikan regulasi yang telah dilakukan, termasuk perbaikan bagi hasil, insentif, maupun fasilitas perpajakan, telah terbukti mendukung dalam upaya menciptakan iklim investasi yang lebih baik di sektor hulu migas.

Baca Juga :   Minyak TBR Jadi Penyebab Munculnya Bau

“Sesuai arahan Bapak Menteri ESDM, agar dilakukan upaya percepatan eksplorasi dalam rangka mendukung upaya peningkatan produksi dan pada kesempatan ini terdapat 9 blok migas baru hasil lelang wilayah kerja migas tahun 2025 tahap II dan tahap III yang telah didapatkan pemenangnya,” ujar Laode dalam keterangan resminya.

Ia menjelaskan, dari total sekitar 110 potensi area blok migas baru, telah terdapat 21 area yang telah diminati dan terdapat pemenangnya. Diharapkan wilayah-wilayah kerja ini dapat berkontribusi terhadap ketahanan energi Indonesia di masa depan. Pemenang diimbau lelang dapat melaksanakan komitmen pasti yang telah ditentukan dengan baik, dan segera menyelesaikan Kontrak Kerja Sama.

“Kami harapkan dengan diumumkannya pemenang lelang ini, potensi yang dimiliki 9 Wilayah Kerja tersebut dapat segera turut berkontribusi dalam menjaga produksi Migas nasional,” tegas Laode.

Potensi migas yang dimiliki Indonesia diyakini dapat memberikan ketersediaan energi nasional dimasa depan. Potensi migas yang telah teridentifikasi terdapat 128 cekungan migas dan hanya sebanyak 20 cekungan migas yang diproduksikan.

Baca Juga :   Sekjen ESDM : Tersedianya Informasi Beneficial Owner Mudahkan Perusahaan Bernegosiasi Bisnis

“Pemerintah telah mengidentifikasi 110 Area potensial yang tersebar di seluruh nusantara. Ini termasuk 21 Wilayah Kerja telah didapatkan pengelolanya dari lelang sejak akhir tahun 2024, termasuk 9 Wilayah Kerja yang telah diumumkan tersebut,” tambah Laode.

Untuk mendukung dan memudahkan calon investor melakukan evaluasi dalam memutuskan berinvestasi, Pemerintah saat ini juga tengah melakukan beberapa upaya pendalaman studi maupun akuisisi data di beberapa lokasi yang merupakan bagian dari 110 Area Potensial tersebut. Hal ini sebagai bentuk nyata bahwa Pemerintah juga akan secara langsung ikut andil dalam kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi.

“Saat ini 10 studi telah selesai dilakukan oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi LEMIGAS dan beberapa akuisisi Seismic/FTG tengah disiapkan oleh Pusat Survei Geologi ESDM,” jelasnya.

“Ini juga menunjukkan semangat eksplorasi Indonesia yang berkelanjutan. Bahwa Kementerian ESDM tidak tinggal diam. Pemerintah secara aktif mencari cadangan baru, meningkatkan kualitas data geologi, dan membuka akses bagi investor. Ke-10 area yang telah dilakukan studi LEMIGAS tersebut terbuka bagi investor yang berminat untuk melakukan Open Data Room di LEMIGAS,” pungkas Laode.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait