Bansos Diduga Dipotong, DPRD Desak Dinsos Bojonegoro Lakukan Investigasi

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, mendesak Dinas Sosial (Dinsos) mengusut dugaan pemotongan dana bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat miskin. Wakil rakyat menilai dugaan pemotongan bansos di Dusun Ngantru, Desa Sekaran, Kecamatan Kasiman itu sangat keterlaluan dan tidak dibenarkan.

Dugaan pemotongan bansos dilakukan oleh oknum perangkat desa kepada penerima bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) terdampak Covid-19 dan program keluarga harapan (PKH) sejak 2020 sampai 2022. Pemotongan itu berdalih untuk pembangunan masjid Dusun Ngantru.

Nilai potongan bansos tersebut jumlahnya bervariasi hingga Rp 900.000 per keluarga penerima manfaat (KPM). Bahkan, dilakukan secara berturut-turut saat penyaluran bansos.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan mengatakan, segala bentuk bantuan sosial untuk masyarakat miskin dilarang ada pemotongan. Apapun alasan peruntukannya.

“Apapun peruntukan pemotongan bansos itu, jelas dilarang. Karena hak masyarakat miskin,” tegasnya, Selasa (20/12/2022).

Politikus Partai Demokrat itu mendesak Dinsos untuk bertanggungjawab dan melakukan investigasi terkait pemotongan bansos. Baik pengusutan jumlah penerima manfaat yang dipotong maupun motif pemotongan bansos tersebut.

Baca Juga :   Pemuda Bojonegoro Kembali Demo Tripatra

“Termasuk apa kronologi kejadian tersebut, jadi harus turun ke lapangan. Apakah ada indikasi pelanggaran hukum atau tidak, karena itu Dinsos harus melakukan investigasi,” kata Afan.

Dia menjelaskan, bansos diberikan pemerintah untuk warga kurang mampu. Jika ada pemotongan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, oknum tersebut harus diberi sanksi.

“Oknum harus diberi sanksi. Juga, pendamping dan Dinsos harus melakukan pengawasan agar tidak terjadi hal serupa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro Arwan saat dikonfirmasi melalui pesan dan panggilan telepon WhatsApp hingga saat in belum menjawab terkait adanya pemotongan dana bansos.

Kepala Dusun Ngantru, Darwanto sebelumnya membantah adanya potongan bansos kepada warganya. Uang tersebut adalah infak dari warga untuk pembangunan masjid.

“Niku mboten potongan Mas. Nyuwun sewu meluruskan niku diinfakkan. Terkait infak sesuai besaran penerimaan dan keihklasan penerima,” ujarnya.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *