PEPC – Paratazkia Gelar Kompetisi Unit Usaha Produktif Posyandu Sekitar JTB

Kades Pelem, K.R.A.T Sudawam, saat memberikan sambutan diacara kompetisi Posyandu Program Sipandu Mandiri.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Pengelola project Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB), PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) Zona 12, bersama Yayasan Paratazkia menggelar kompetisi Unit Usaha Produktif Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di sekitar wilayah kerjanya.

Kegiatan ini dipusatkan di pertokoan Fasilitas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Desa Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (27/12/2022).

Hadir dalam kegiatan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro, Maftukhan, perwakilan PEPC Zona 12 Regional 4, Camat Purwosari, Perwakilan Puskesmas Purwosari, Tambakrejo, dan Ngasem. Serta Pemerintah Desa Pelem, Kaliombo, Bandungrejo, dan Dolokgede.

Lomba atau kompetisi ini diikuti sekira 75 kader dari 15 Posyandu di Desa Pelem dan Kaliombo, Kecamatan Purwosari. Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, dan Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo. Serta dikunjungi oleh dosen dan mahasiwa program pendidikan strata 1 gizi dari STIKES Maboro.

Anggota DPRD Bojonegoro, Maftukhan, didampingi Ketua Yayasan Paratazkia, Sudalhar, serahkan bantuan PEPC kepada para kader Posyandu.
© 2022 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Field Officer Community Relations & CSR Pertamina EP Cepu, Edi Arto mengatakan, bahwa kompetisi atau lomba ini dihelat sebagai bagian dari rangkaian Program Sehat Anak dan Ibu Tercinta Bersama Posyandu Mandiri (Sipandu Mandiri) gagasan PEPC.

Baca Juga :   Mencicipi Tape Ketan Pelangi, Kuliner Tradisional Khas Bojonegoro yang Unik

“Program Sipandu Mandiri didampingi oleh mitra kami dari Paratazkia,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.

Dijelaskan, bahwa Program Sipandu Mandiri tersebut dikaitkan dengan unit usaha produktif karena bertujuan memberikan peningkatan kesejahteraan kepada para kader Posyandu.

Unit usaha ini diusulkan sendiri oleh para kader Posyandu, yang kemudian diberikan pendampingan berupa analisa usaha, dan rencana usaha. Pun diberikan stimulus berwujud alat dan modal awal memulai usaha.

“Sehingga jika UKM-nya berjalan, harapannya bisa berdampak secara ekonomi dan pelayanan kesehatan dari para kader Posyandu yang kebanyakan adalah relawan dari kaum ibu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Pelem, K.R.A.T Sudawam, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas program yang diberikan PEPC bersama Yayasan Paratazkia kepada masyarakat desa sekitar JTB, Desa Pelem khususnya.

Program yang mendukung gerakan Posyandu ini dinilai memberi manfaat positif. Karena tak hanya demi bisa mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Namun juga memberi dampak berganda atau multiplier effect kepada warga desa terdampak project JTB.

“Manfat ini memang seharusnya diterima oleh Desa Pelem, Kaliombo, Dolokgede, dan Bandungrejo. Karena terdampak langsung project JTB. Jadi harus lebih diperhatikan dibandingkan desa di luar wilayah terdampak,” ucapnya.

Baca Juga :   Pembatik Bojonegoro Belajar Membatik Pewarna Alam

Berkenaan Program Sipandu Mandiri, Ketua Yayasan Paratazkia, Sudalhar menyampaikan, bahwa Paratazkia telah mendampingi warga Desa Pelem, Kaliombo, Bandungrejo, dan Dolokgede dalam hal peningkatan kapasitas Posyandu.

Ibu-ibu kader Posyandu sudah diajak bagaimana memeriksa, mengukur tinggi badan, dan menimbang balita dalam tumbuh kembangnya. Selain itu, bersama bidan desa juga cara menangani balita gizi buruk dan stunting. Tak lupa para ibu hamil pun diajari dalam kelas ibu hamil.

Selanjutnya, sebagai ikon program Sipandu Mandiri, Paratazkia mendampingi pula dalam program unit usaha produktif. Kemudian digelar kompetisi dimaksudkan agar para kader terdorong bersemangat memiliki unit usaha mandiri, tidak berhenti di tingkatan lomba saja.

“Harapannya, para kader nanti usahanya bisa berkelanjutan. Makanya produk makanannya juga didesain agar digemari oleh anak-anak,” tandasnya.

Dalam perhelatan ini, PEPC menyerahkan bantuan perlengkapan operasional kepada unit usaha produktif 15 Posyandu peserta Program Sipandu Mamdiri secara simbolis.(fin)

Berikut pemenang Kompetisi Unit Usaha Produktif Posyandu Sipandu Mandiri :

-Juara I Pelem Pos 2, skor 94

-Juara II Kaliombo Pos 3, skor 93

-Juara III Bandungrejo Pos 1, skor 92

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *