PPM Pertamina EP Sukowati Field 2022 Tercapai 100 Persen

MONITORING : Perwakilan SKK Migas Jabanusa, saat Monev di Taman Lansia, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Sukowati Field, Subholding Upstream Regional 4 Zona 11 melaporkan, bahwa seluruh Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang terlaksana sepanjang tahun 2022 tercapai 100 persen. Capaian ini diketahui dari hasil Monev oleh SKK Migas perwakilan Jabanusa.

Field Relation PEP Sukowati Field, Eko Yudha Prawira mengatakan, Program PPM 2022 Sukowati Field telah melalui monitoring dan evaluasi (Monev) dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) perwakilan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa).

Pria yang akrab disapa Yudha ini menyebutkan, lokasi program yang dikunjungi dalam Monev SKK Migas Jabanusa berada di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Jawa Timur. Terbagi beberapa bidang. Pertama adalah bidang kesehatan.

Yakni Program SAHABAT Pertamina, yang dilakukan di Tahun 2022 adalah penambahan fasilitas kesehatan. Berupa Taman Lansia yang dapat dipergunakan sebagai sarana olahraga bagi masyarakat khususnya lansia.

“Selain itu, terbentuk satu kelompok baru yang berfokus kepada pengolahan bunga telang yang diberi nama Kelompok Lansia Produktif,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (01/03/2023).

Ditambahkan, bahwa kegiatan bidang kesehatan lainnya yang di implementasikan tahun 2022 adalah kegiatan pemeriksaan dan pengobatan masyarakat di enam desa. Yakni di Desa Ngampel, Sambiroto, dan Campurejo di Kabupaten Bojonegoro, dan di Desa Rahayu, Bulurejo, dan Kebonagung di Kabupaten Tuban.

SKK Migas ketika Monev PPM UMKM di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
© 2023 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari

Kemudian, pada bidang ekonomi, Program Ternak Kambing Berbasis Masyarakat (Tebing Berkat) yang dilakukan tahun 2022 adalah adanya pengembangan program kearah pengolahan limbah ternak kambing yang dijadikan sebagai pupuk organik yang dapat dimanfaatkan oleh petani-petani sekitar Desa Rahayu.

Baca Juga :   EMCL Serah Terimakan Infrastruktur Patra Daya ke 12 Desa di Bojonegoro

“Dilakukan juga peningkatan kapasitas kelompok melalui pelatihan pengolahan ternak kambing yang dapat meningkatkan kemampuan kelompok dalam memproduksi pupuk organik,” ujar putra sulung dari tiga bersaudara ini.

Selanjutnya di bidang infrastruktur, Program Pengembangan Jaringan Air Bersih yang dilakukan pada tahun 2022 adalah adanya perluasan jaringan air bersih sepanjang 922 meter di Desa Glagahan, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro.

Perluasan itu dikatakan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat, serta pengembangan program air bersih pada desa lainnya di wilayah Bojonegoro. Reorganisasi kelompok pengelola PAM Simas juga dilakukan agar dapat menjamin keberlanjutan program air bersih tersebut.

“Total program air bersih yang diimplementasikan pada tahun 2022 ada enam desa di Kabupaten Bojonegoro, yaitu Desa Glagahan, Desa Drenges, Desa Banjarsari, Desa Sranak, Desa Kedaton dan Desa Semenpinggir,” lanjut Yudha.

Pada bidang lingkungan, program Penghijauan Sukowati Field yang dilakukan adalah adanya penanaman pohon buah produktif (mangga, jambu dan alpukat) sebanyak 1.200 tanaman yang ditanam pada areal Waduk Gongseng. Program penghijauan ini bersinergi dengan Perhutani dan Yayasan Sedulur Pena dalam implementasi serta monitoring program.

Lalu program Batik Kembang Sambiloto yang dilakukan pada tahun 2022 juga ada di bidang ekonomi. Yudha menyebut hal ini sebagai upaya mencapai perbaikan rumah produksi serta penguatan kapasitas kelompok berupa pelatihan dalam pemasaran produk.

Capaian lainnya adalah keuntungan kelompok yang tercatat semakin meningkat setiap tahunnya. Saat ini keuntungan yang dihasilkan kelompok mencapai Rp9 juta. Keuntungan ini dipergunakan kelompok sebagai kas kelompok serta pembelian modal untuk keberlanjutan program Batik Kembang Sambiloto.

Baca Juga :   Konvensi Migas Internasional di Bali Munculkan Investasi Rp77,4 Triliun 

Bidang ekonomi yang lainnya ialah Program UMKM Keripik Tempe yang telah dilakukan pada tahun 2022. Yaitu adanya penambahan alat produksi yang bertujuan untuk menambah kapasitas produksi kelompok sehingga produk dapat lebih banyak dan berkualitas. Kegiatan lainnya yang dilakukan adalah adanya penguatan kapasitas berupa pelatihan digital marketing yang berguna bagi perluasan pemasaran produk kelompok.

“Terjadi capaian lain di program ini berupa kas kelompok yang mengalami peningkatan. Saat ini kas kelompok mencapati Rp12 juta yang didapatkan dari laba penjualan produk UMKM,” tandas pria asli Betawi.

Dikonfirmasi terpisah, Humas SKK Migas perwakilan Jabanusa, Amni Nadya, membenarkan capaian yang dipaparkan oleh PEP Sukowati Field. Monev dari SKK Migas Jabanusa itu dilaksanakan pada 28 Februari 2023 di area wilayah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

“Jadi dalam rangka monitoring dan evaluasi program pengembangan masyarakat PEP Field sukowati Mas. Program (PEP Sukowati Field) terealisasi 100 persen sesuai dengan rencana kerja,” ucapnya.

Dari pemaparan tersebut, kata Amni, PT Pertamina EP Sukowati Field telah berhasil mencapai indikator keberhasilan dengan realisasi yang sesuai dengan kondisi lapangan. Penerima manfaat juga merasa program tersebut sangat bermanfaat.

“Kelompok binaan juga berharap agar program dilanjutkan sampai kelompok dianggap mandiri,” terangnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *