Sungai Bengawan Solo Meluap, Sejumlah Desa di Bojonegoro Digenangi Banjir

Petugas BPBD Bojonegoro sedang memantau ketinggian luapan air Sungai Bengawan Solo.(dok.Bpbd Bojonegoro)

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Sungai Bengawan Solo wilayah Bojonegoro, Jawa Timur masuk status siaga merah atau siaga tiga, Jumat (3/3/2023) malam. Saat ini sejumlah desa di bantaran Bengawan Solo sudah mulai tergenang luapan air.

“Diprediksi masih ada kenaikan tinggi muka air (TMA) untuk beberapa jam kedepan,” kata Petugas Pembaca TMA Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Budi Susanto.

Dia mengatakan, jika terjadi hujan lokal tren muka air akan mengalami kenaikan. Apalagi saat ini wilayah Bojonegoro Sungai Bengawan Solo sudah berstatus siaga merah pukul 20.00 WIB ketinggian air mencapai 14.38 meter dengan tren naik.

“Mudah-mudahan segera berangsur surut,” kata Budi sapaan akrabnya.

Dia mengatakan, penyebab naiknya air Sungai Bengawan Solo karena kiriman dari hulu yakni Bendungan Gajah Mungkur dibuka, ditambah curah hujan di hulu sangat tinggi. Sehingga masyarakat terutama pinggiran sungai harus waspada dan hati-hati.

Sebelumnya, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto mengatakan, jika air meluap 35 desa di pinggiran Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro berpotensi terancam banjir. Tentu, masyarakat harus berhati-hati dan waspada jika tren TMA mengalami peningkatan.

Baca Juga :   Akibat Hujan Deras, Tiga Desa di Kecamatan Dander Tergenang Banjir

“Terutama warga yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo untuk tetap waspada jika sewaktu-waktu air meluap,” katanya.

Untuk diketahui air luapan Sungai Bengawan Solo sudah mulai menggenangi Kelurahan Jetak, Kelurahan Ledok Wetan dan Kelurahan Banjarejo Kecamatan Bojonegoro.(jk)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *