Jokowi Cek Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok di Pasar Mendenrejo Blora

Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Mendenrejo, Blora, Jawa Tengah, Jumat (10/03/2023). (Foto: Humas Setkab/Agung)

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Blora – Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi melakukan pengecekan ketersediaan dan harga bahan pokok di Pasar Mendenrejo, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (10/3/2023). Hasilnya ketersediaan maupun harga bahan pokok menjelang bulan Ramadan tahun 2023 Masehi/1444 Hijriah cukup stabil.

“Itu yang kita ingin cek, kondisi stoknya ada tidak. Suplainya ada tidak. Harganya seperti apa,” ujarnya saat memberikan keterangan pers usai peninjauan.

Meski berada di daerah pelosok, menurut Jokowi, harga bahan pokok seperti bawang merah dan minyak goreng di Pasar Mendenrejo cukup baik dibanding sejumlah daerah lainnya.

“Tadi bawang merah harganya hanya Rp30 ribu, yang lain-lain saya lihat kemarin Rp38 ribu, Rp40 ribu, di sini hanya Rp300 ribu. Minyak juga saya lihat baik, Rp14 ribu sampai Rp15 ribu. Saya kira, harga-harga masih pada kondisi yang baik di sini, meskipun berada di pelosok,” bebernya.

Selain mengecek harga dan ketersediaan bahan pokok, pada kesempatan itu mantan Walikota Solo, ith juga membagikan bantuan sosial bagi para pedagang dan masyarakat di sekitar pasar.

Baca Juga :   Pungli Duduki Ranking Tertinggi Persepsi Masyarakat Terhadap Polri

Turut mendampingi Presiden pada kunjungan tersebut, di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir sebelumnya menyebut berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan terhadap 514 pemerintah daerah (Pemda) baik di kabupaten/kota, sebanyak 173 Pemda belum melakukan upaya konkret penanganan inflansi.

Tomsi mengatakan, upaya-upaya konkret penanganan inflansi ini perlu dilakukan Pemda karena dalam beberapa minggu mendatang, masyarakat akan menyambut datangnya bulan Ramadan. Momentum tersebut ditengarai bakal mempengaruhi gejolak harga pangan dan komoditas masyarakat.

“Kami meminta jajaran Pemda untuk menyisir dan memonitor keberadaan bahan pokok di daerah masing-masing. Ketersediaan bahan pangan agar juga dihitung secara cermat sesuai kebutuhan daerah. Apalagi menjelang datangnya bulan Ramadan, ketersediaan stok pangan menjadi hal penting yang perlu diatensi daerah,” pesan Tomsi.

Ia mengungkapkan, pada Hari Raya Idul Fitri mendatang merupakan perpindahan pergeseran manusia yang terbesar selain di China. Maka pergeseran dengan puluhan juta orang dari satu kota ke kota lain perlu diantisipasi.

Baca Juga :   Makanan Ringan KSM Srikandi Bonorejo Kantongi Sertifikat Halal

“Tolong pemda menghitung betul dan data-datanya baik stok, kemudian kekurangannya,” tegasnya Tomsi.

Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam sebelumnya mendesak pemerintah untuk mengendalikan inflasi pangan, dikarenakan makin mengancam daya beli masyarakat. Khususnya menjelang ramadan dan Idulfitri.

Ecky menyebut harga-harga pangan sangat berpotensi naik cukup tajam. Dicontohkan, kenaikan seperti beras, daging sapi, telur, minyak goreng naik, cabai dan pangan lainnya terpantau naik.

“Pemerintah fokus menangani inflasi dan dampak-dampaknya. Sebab deks Keyakinan Konsumen (IKK) turun dari sebelumnya 124,7 menjadi 117,2, artinya terjadi penurunan signifikan pada keyakinan konsumen, situasi ini tidak baik karena kita akan menghadapi tantangan lebih berat terkait ketidakpastian ekonomi global,” pungkas Ecky. (suko)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA BANYUURIP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *