SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Harga sejumlah bahan masakan di pasar tradisional Bojonegoro Kota mengalami kenaikan. Antara lain daging sapi, daging ayam, bawang merah, dan cabai. Namun terkait kenaikan harga tersebut, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Kadisdagkop UM) Bojonegoro memilih bungkam terhadap media.
Kenaikan harga untuk beberapa bahan pokok pangan ini terjadi sejak sepekan sampai dengan bulan Ramadan per hari ini, Rabu (05/03/2025). Harga daging sapi murni misalnya, seminggu sebelumnya berada pada harga Rp112.500 per Kilogram (Kg) naik sebanyak 4 persen menjadi Rp117.000 per Kg.
Kemudian daging ayam broiler naik dari harga Rp33.500 per Kg naik 6 persen menjadi Rp35.500 atau naik sebesar Rp2.000 per Kg. Harga telur ayam ras juga naik, meski hanya 1 persen, dari sebelumnya Rp27.500 naik Rp500 menjadi Rp28.000 per kg.
Berikutnya, terdapat dua bahan pokok pangan naik tajam. Yakni cabai rawit dan bawang merah. Cabai rawit sepekan sebelumnya berada di kisaran Rp72.000 per kg kini mencapai di atas Rp100.000, atau naik lebih dari 38 persen.
Begitu pun harga cabai keriting naik dari seharga Rp41.000 menjadi Rp43.000-Rp45.000 per Kg. Tetapi, pada cabai jenis lain tidak mengalami kenaikan, bahkan sebagian ada yang harganya turun.
Salah satu pedagang, Suyati menduga naiknya dua komoditi bumbu dapur tersebut dipicu lantaran produktivitas petani menurun diawal bulan puasa, sehingga membuat pasokan ke pasar berkurang.
“Awal puasa seperti ini biasanya jarang ada yang mau petik cabai ke sawah, sehingga pasokannya berkurang barangnya terbatas makanya harganya naik,” kata Suyati kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (05/03/2025).
Pedagang peracangan ini menyebut, selain cabai rawit, harga bawang merah super mengalami kenaikan paling tinggi. Yaitu naik 60 persen, dari sebelumnya Rp25.000 per Kg kini tembus Rp40.000 per Kg.
Akibat kenaikan harga tersebut, Yati, begitu ia disapa, mengaku omset penjualannya berkurang. Sebab jumlah pembeli pun berkurang.
“Karena harganya mahal, saya jadi gak berani belanja banyak,” ujarnya.
Di lain pihak, seorang ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di Pasar Kota Bojonegoro, Zulaikah merasakan dampak naiknya harga kebutuhan pokok. Terutama pada harga bumbu dapur ini membuatnya harus melakukan penghematan dengan mencukupkan keuangan yang dimiliki.
“Ya dicukup-cukupkan untuk keperluan dapur dikurangi, biasanya beli cabai 2 Kg sekarang cukup setengah kilogram saja,” ungkapnya.
Dikonfimasi secara terpisah, Kadisdagkop UM Pemkab Bojonegoro, Retno Wulandari, bungkam tidak memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi awak media ini perihal kenaikan harga bahan masakan tersebut hingga berita ini ditayangkan.(fin)





