Pertamina Hulu Energi Gandeng Periset UGM Tingkatkan Akurasi Penemuan Minyak

FOTO ILUSTRASI : Salah satu lapangan migas yang dikelola Pertamina Hulu Energi.

Suarabanyuurip.com – d suko nugroho

Jogjakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream melalui fungsi Upstream Innovation berkolaborasi dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM melakukan kerja sama riset inovasi teknologi ramah lingkungan untuk pengembangan teknologi dan berbagi pengetahuan di bidang geofisika dalam hal eksplorasi dan ekploitasi minyak dan gas bumi (Migas).

Melalui kerjasama ini diharapkan riset-riset teknologi yang dilakukan dapat mendukung kegiatan operasional PHE khususnya dalam bidang eksplorasi dan ekploitasi migas. Riset inovasi teknologi yang akan dilakukan pada lapangan PHE meliputi inovasi teknologi Controlled Source Electromagnetic (CSEM) dan Clean Technology Self Potential – Electrical Resistivity Tomography (SP-ERT).

CSEM merupakan inovasi teknologi menggunakan metode elektromagnetik yang dimanfaatkan untuk mendeteksi keberadaan lapisan hydrocarbon di subsurface. Sedangkan SP-ERT merupakan inovasi teknologi untuk monitoring water injection secara real-time dan terautomasi dalam perekaman data di sekitar sumur injeksi.

Implementasi riset inovasi teknologi akan dilakukan mulai dari skala laboratorium dan secara langsung diuji di lapangan PHE.

Baca Juga :   Sukoharjo Pertanyakan Status Desa Penghasil Migas

Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat FMIPA, Dr. Wiwit Suryanto mengatakan, kerja sama riset di lapangan dengan Upstream Innovation PHE merupakan wujud dari salah satu kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi di bidang penelitian.

“Dengan kegiatan meliputi riset-riset inovasi teknologi ini kita ingin perguruan tinggi dan industri dapat bahu-membahu mendukung perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia, khususnya dalam hal eksplorasi oil and gas,” ujar Wiwit.

Senior Specialist Innovation Geophysics Upstream Innovation PHE, Freddy Yulisasongko, mengatakan latar belakang kerja sama dengan FMIPA UGM dikarenakan riset inovasi teknologi FMIPA UGM di bidang geofisika non seismic (metode elektromagnetik) sudah cukup maju dan berkembang pesat, baik dalam skala laboratorium maupun skala implementasi di lapangan.

“Dari dulu UGM itu sangat kuat di (bidang) geofisika non seismic, salah satunya adalah metode elektromagnetik dan metode self potential-electrical resistivity tomography, dan melalui kerjasama ini kita tidak hanya menyerahkan pekerjaan dan hanya melakukan quality control, tetapi kita juga terlibat dalam prosesnya bersama tim teknis dari awal sampai akhir,’’ pungkas Freddy dalam keterangan tertulisnya yang diterima suarabanyuurip.com, Sabtu (1/4/2023).(suko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *