Guru Ngaji di Tuban Deklarasikan Pendarat Gus Imin

Para Guru Ngaji yang tersebar dari 20 wilayah kecamatan di Kabupaten Tuban, Jatim mendeklarasikan Pendarat Gus Imin. Mereka berikrar sebagai relawan Capres Abdul Muhaimin Iskandar dalam Pilpres tahun 2024 mendatang. (Suarabanyuurip.com/ist)

Suarabanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Tuban – Kalangan guru ngaji di wilayah Kabupaten Tuban, Jatim mendeklarasikan diri sebagai “Pendarat” (relawan pembantu-Red) Capres Abdul Muhaimin Iskandar dalam Pilpres 2024 mendatang.

Perhelatan yang diikuti sekitar 100 orang ustadz dan ustadzah dari 20 wilayah kecamatan, di pinggir kota Tuban pada Minggu (04/06/2023) itu, sebagai penanda dukungan guru ngaji berbasis Nahdlatul Ulama (NU) di Tuban terhadap Ketua Umum DPP PKB yang akrab disapa Gus Imin.

Mereka menilai, partai yang dipimpin mantan Ketua Umum PB PMII (1994-1997) tersebut, sejak berdiri tahun 1998 sampai sekarang telah memberikan bukti kontribusi yang luar biasa bagi Nahdliyin, baik NU secara struktul dan kultural. Organ partai yang dibesut para ulama, termasuk di dalamnya para politisinya, telah pula memperjuangkan  dunia pondok pesantren di tanah air.

“Terbitnya Undang-Undang nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren, Keppres nomor 22 tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional sebagai hari besar nasional adalah bukti perjuangan PBNU dan para kader-kader NU yang ada di FPKB,” kata guru ngaji asal Desa Maindu, Kecamatan Montong, Tuban, Ach Rosyadi, peserta deklarasi Pendarat Gus Imin.

Pada bagian lain, para ustad dan ustadzah berharap, Gus Imin ke depan bisa memperjuangkan kesejahteraan guru ngaji. Baik itu yang berjuang di lembaga pendidikan formal, maupun di masjid dan surau yang tersebar di wilayah pedesaan.

Baca Juga :   Suara PKB Bojonegoro di Pilpres 2024 untuk Siapa ?

“Selanjutnya bisa memperjuangkan hak kami para pimpinan serta guru-guru  pesantren diberi insentif setiap bulan, dan kami yakin hanya wakil rakyat yang paham dengan kalangan santri khususnya nahdliyin yang bisa memperjuangkan kami,” terang  Rosyadi.

Dikonfirmasi secara terpisah Anggota FPKB DPR RI, Hj Ratna Juwita Sari, mengaku terharu dan berterimakasih atas dukungan dari para kiai, ustad guru ngaji yang ada di Bumi Wali Tuban pada Gus Imin.

“Terima kasih atas dukungan dari para kiai dan ustad guru ngaji di Kabupaten Tuban, kami juga adalah santri, tentunya kami juga sangat faham dunia pesantren,” kata Ratna Juwita Sari, Senin (05/06/2023).

Legislator dari daerah pemilihan Kabupaten Tuban dan Bojonegoro yang mengaku kaget dengan deklarasi Pendarat Gus Imin ini menambahkan, fraksinya bersama Gus Imin akan terus berjuang supaya para pimpinan dan guru pesantren diberikan insentif. Hal ini sebagai bukti kehadiran negara untuk para pahlawan pendidikan.

Memperjuangkan dengan menekan pemerintah, agar memberikan insentif sebagai bentuk kewajiban pada guru ngaji membutuhkan tenaga ekstra. Oleh karena itu ia berharap kepada masyarakat supaya diberikan kesempatan, dan kepercayaan kepada Caleg PKB di Pileg 2024 untuk terpilih kembali agar bisa lebih maksimal mengusung tugas tersebut.

Baca Juga :   DPMPTSP Himbau Warga Bojonegoro Urus IMB

“Pesantren sudah melakukan kewajibannya, mencerdaskan anak bangsa, sama seperti sekolah lainnya, kami optimis dapat terealisasi, sebab undang-undang mengamanatkan negara untuk memberikan hak-haknya,” tegas Anggota Komisi VII DPR RI dari FPKB ini.

Pada bagian lain, perempuan legislator alumni Unair Surabaya ini menyatakan, pekerjaan rumah dan garapan lainnya adalah tentang dana abadi pesantren. Fraksinya terus berjuang agar ada Satuan Kerja (Satker) tertentu untuk menangani sehingga bisa dimanfaatkan, mulai dari peningkatan kapasitas guru memberikan kesarjanaannya lebih tinggi, dan melanjutkan pendidikan santri. Baik itu di dalam negeri maupun luar negeri.

Termasuk pula, agar UU Pesantren bisa berjalan dan diterapkan di setiap daerah. Bentuknya semacam Perda tentang Pesantren, sehingga pemerintah daerah bisa mengalokasikan APBD untuk pesantren.

“Hal itu tergantung dari kesadaran  pimpinan daerah, oleh karenanya akan kami akan memperjuangkan agar ada kewajiban dari setiap daerah memiliki Perda Pesantren,” pungkas Ratna Juwita Sari. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *