Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari.
Tuban – Operator lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama mitra pendamping dari IDFos Indonesia, rutin melakukan sosialisasi tingkat kabupaten terkait keamanan dan keselamatan jalur pipa minyak Lapangan Banyu Urip.
Sosialisasi yang disampaikan dalam pertemuan dengan para pemangku kebijakan ini dilakukan setiap tahun untuk mengingatkan kembali terkait “do and dont” kegiatan di ROW serta melakukan komitmen bersama-sama saling menjaga keamanan di jalur hak lintas pipa minyak bumi.
Para stake holder yang hadir dalam kegiatan yang dipusatkan di lokasi seafood pantai kelapa Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (22/06/2023) kemarin yaitu, Kepala Bappeda Kabupaten Tuban, Joko Sarwono, Perwakilan EMCL, Beta Wicaksono, dan Ketua IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo.
Agenda ini juga diikuti 6 perwakilan kecamatan dan 27 perwakilan desa yang dilewati Right Of Way (ROW) atau Jalur Hak Lintas, serta instansi yang melakukan aktivitas pada jalur pipa minyak bumi ini.
Kepala Bappeda Kabupaten Tuban, Joko Sarwono, dalam sambutannya mengatakan, bahwa pertemuan terkait pemahaman berkegiatan di sekitar jalur pipa ini perlu dipertajam lagi hingga ke tingkat desa.

External Affairs Manager EMCL, Beta Wicaksono bersama para pemangku kebijakan.
© 2023 suarabanyuurip.com/Arifin Jauhari
“Selain itu diperlukan pula koordinasi dengan pihak yang utamanya berhubungan dengan infrastuktur yang dilaksanakan PUPR agar perencanaannya tidak saling bertabrakan dan bersinggungan dengan ROW minyak bumi EMCL,” kata Joko Sarwono.
Ketua IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo mengungkapkan, bahwa acara ini adalah tahun kedua kegiatan sosialisasi. Sebelumnya juga sudah ditempatkan pendamping untuk melakukan sosialisasi mulai dari penggarap atau petani di jalur pipa tersebut.
Sedangkan pada tahun 2023 ini pihaknya mengumpulkan stakeholder desa dan kecamatan. Tujuannya agar semua pihak bisa memahami bersama di jalur pipa ini apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.
“Jadi dengan kegiatan ini bersama-sama kita jaga. Pada jalur pipa ini kami diminta oleh EMCL untuk membuat temuan-temuan itu menarik. Serta untuk mencari cara menjaga dengan baik,” ujar Ketua IDFoS Indonesia, Joko Hadi Purnomo.
Sementara itu, External Affairs Manager EMCL, Beta Wicaksono dalam kegiatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang selama ini bersama-sama ikut menjaga obyek vital nasional.
“Intinya dari pertemuan ini adalah ayo bebarengan urip selamet lan (dan) aman, mengingatkan kembali soal keamanan dan keselamatan beraktifitas di jalur pipa,” ucapnya.
Selain itu, menurut Beta, ada pejabat baru, dan pergantian staf yang terjadi setiap tahun. Maka dari itu pihaknya mengaku perlu bertemu semua pihak untuk selalu melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat dan stake holder.
Beta juga memperkenalkan jajaran EMCL dalam kesempatan itu. Misalnya terkait sosio ekonomi diperkenalkan Feni, bagian untuk safety dia sebutkan Eska, dan tim monitoring, Gita.
“Tentunya tim kami lengkap supaya kita punya sama-sama pemahaman. Kita bisa membantu masyarakat dan negara memastikan bahwa operasi dan keselamatan masyarakat terjaga,” bebernya.(fin)






