Puncak Kekeringan Diprediksi Agustus, BPBD Bojonegoro Siapkan 230 Tangki Air Bersih

Warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Tambakrejo, sedang antre air bersih bantuan BPBD Bojonegoro.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Puncak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, diprediksi akan berlangsung pada bulan Agustus. Sedikitnya 32 desa di 10 kecamatan akan terjadi krisis air bersih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan 230 tangki air bersih.

“Puncak kekeringan di Bojonegoro akan terjadi pada Agustus mendatang,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Ardhian Orianto.

Ardhian menjelaskan, BPBD telah melakukan pemetaan desa-desa yang rawan terjadi kekeringan. Yakni terdapat 32 desa di 10 kecamatan yang rawan krisis air bersih.

Namun, untuk mengantisipasi hal tersebut BPBD Bojonegoro telah menyiapkan 230 tangki air. Untuk setiap tangki berisi 4000 liter air bersih yang nantinya akan disalurkan ke desa rawan kekeringan.

“Untuk tahun ini sudah ada permintaan dropping air dari desa-desa yang terjadi kekeringan. Kami juga sudah menyampaikan kepada desa lainnya yang membutuhkan air bersih untuk segera melaporkan,” katanya.

Ardhian berharap masyarakat Bojonegoro harus berhemat, agar tidak kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab, jika sudah memasuki musim kemarau kekeringan pasti terjadi di desa-desa rawan.

Baca Juga :   Kekeringan, 4 Desa di Bojonegoro Ajukan Bantuan Air Bersih

“Warga harus hemat air dan waspada terhadap semua kejadian bencana,” pesan.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *