SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Bencana kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur terus meluas. Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 di Dusun Kedungrejo, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, dilanda krisis air bersih.
SRMA 36 Bojonegoro sekarang ini menampung 100 siswa yang berasal dari 28 kecamatan. Sekolah rakyat tersebut menempati gedung pusat pendidikan dan pelatihan (Pusdiklat), dan mulai melaksanakan kegiatan belajar mengajar pada Jumat, 15 Agutus 2025.
Dusun Kedungrejo yang menjadi lokasi SRMA 36 Bojonegoro selama ini menjadi salah satu daerah langganan krisis air bersih.
“Kalau air bersih di Pusdiklat yang sekarang ini dipakai sekolah rakyat itu dari dulu memang sering kekurangan. Dulu kalau ada kegiatan di sana pasti dikirim bantuan air bersih dari tanki PDAM untuk ditandon. Kalau nggak gitu pasti nggak cukup,” kata Wijianto, mantan penjaga Gedung Pusdiklat.
Warga Kedungrejo itu menjelaskan, kebutuhan air bersih di gedung Pusdiklat selama ini menggunakan jaringan air perusahaan daerah air minum (PDAM) dari sumber mata air Grogolan di Desa Ngunut, Kecamatan Dander. Namun, karena air yang mengalir cukup kecil dan dibagi dengan warga, sehingga tidak bisa mencukupi kebutuhan air bersih untuk sekolah rakyat.
“Sebelum Pusdiklat diserahterimakan untuk sekolah rakyat sudah saya jelaskan, selama pipa airnya masih jadi satu dengan warga akan selalu kekurangan. Seharusnya dibuatkan jaringan pipa sendiri agar bisa mencukupi kebutuhan air bersih di sekolah rakyat,” tutur Wijianto kepada suarabanyuurip, Rabu (10/9/2025).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Heru Wicaksi menyanpaikan, hingga kini telah mendistribusikan 145.000 liter air bersih di 11 titik lokasi terdampak kekeringan. Pengiriman air bersih menggunakan 29 armada tangki berkapasitas 5.000 liter.
“Kami telah menyiapkan pasokan air bersih untuk daerah-daerah yang terdampak kekeringan,” katanya.
Selain SRMA 36 Bojonegoro, distribusi air bersih dilakukan BPBD Bojonegoro di SMA Negeri 1 Kepohbaru, Dusun Kepoh, dan MTsN Kepohbaru, Kecamatan Kepohbaru; Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras; Desa Karangdinoyo dan Sumberharjo, Kecamatan Sumberejo: Desa Papringan, Kecamatan Temayang; Desa Bobol, Kecamatan Sekar; Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo; dan Desa Sumberejokidul, Kecamatan Sukosewu.
Wicaksi menambahkan, pendistribusian air bersih akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan laporan dari masing-masing desa. Selain distribusi air, BPBD juga melakukan pemantauan kondisi lapangan serta berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan untuk mempercepat respons penanganan kekeringan.
“Tercatat kami telah mendistribusikan 145.000 liter air bersih di 11 titik lokasi terdampak kekeringan,” ungkapnya.
Wicaksi mengimbau masyarakat untuk menghemat air dan menjaga sumber-sumber air yang ada untuk meminimalisir krisis air bersih.
“Kami meminta masyarakat untuk hemat air selama musim kemarau berlangsung,” tandasnya.(jk)





