Suarabanyuurip.com – Arifin Jauhari
Jakarta – Realisasi lifting minyak dan gas bumi (migas) pada semester I tahun 2023 dilaporkan berada di bawah target yang ditetapkan. Namun lebih tinggi jika dibandingkan capaian semester I tahun 2022.
Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Nanang Abdul Manaf melaporkan, realisasi lifting minyak pada Semester I 2023 mencapai 615,5 ribu barel per hari (BPOD/Barrel Oil per Day). Jika dipersentase setara 99,5% berbanding target.
“Apabila dibandingkan dengan capaian di semester yang sama pada tahun 2022, realisasi lifting 2023 naik 0,16%. Karena pada 2022 tercapai 614,5 ribu barel per hari,” katanya dalam konferensi pers di gedung Wisma Mulia Jakarta yang diikuti SuaraBanyuurip.com secara daring dikutip Kamis, (20/07/2023).
Kendati, kata Nanang, realisasi lifting tengah tahun pertama ini masih berada di bawah target SKK Migas yakni sebesar 618,7 BPOD.
Sementara untuk realisasi produksi gas semester I tahun ini dilaporkan sebesar 5.308 juta kaki kubik per hari (MMSCFD/Billion Standard Cubic Feet per Day).
“Kalau dibanding semester I tahun yang lalu, realisasi produksi gas ini turun 0,3 % yang mampu mencapai 5.326 MMSCFD. Sedangkan target tahun ini 6.160 MMSCFD,” ujarnya.(fin)





